4 Tower RS Wisma Atlet Rawat 2.564 Pasien Positif Covid-19
JAKARTA, iNews.id - Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat merawat inap 2.564 pasien positif Covid-19 pada hari ini, Selasa (17/11/2020). Para pasien dirawat di empat tower Wisma Atlet yang dialihfungsikan menjadi rumah sakit darurat.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian menuturkan, sebanyak 1.667 pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang bergejala ringan hingga sedang dirawat di Tower 6 dan 7. Pasien di dua tower ini jumlahnya bertambah 87 orang dibandingkan hari sebelumnya.
"Perkembangan jumlah pasien rawat inap RSD Wisma Atlet, Tower 6 dan 7 pada hari Selasa (17/11/2020) sampai dengan pukul 08.00 WIB ada 1.667 orang, semula 1.580 orang, bertambah 87 orang," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (17/11/2020).
Di samping itu, pasien yang menempati Tower 4 dan 5 tercatat sebanyak 897 pasien. Tower 4 dan 5 difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG).
Aris menjabarkan, pasien yang menjalani perawatan di kedua tower ini terdiri dari 462 pasien laki-laki dan 435 pasien perempuan. Jumlah pasien di tower ini mengalami penambahan sebanyak 86 pasien dari yang tadinya 811 orang di hari sebelumnya.
"Pasien rawat inap flat isolasi mandiri Tower 4 dan Tower 5, 897 orang, semula 811 orang, bertambah 86 orang," ujarnya.
Sejak Tower 6 dan 7 pertama kali beroperasi pada 23 Maret 2020 hingga 17 November 2020, pasien terkait Covid-19 yang terdaftar mencapai 25.470 orang. Dari jumlah di atas, sebanyak 23.348 pasien dinyatakan sembuh.
Di samping itu, ada 447 orang dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Sedangkan delapan pasien dinyatakan meninggal dunia.
Selain itu, untuk rekapitulasi pencatatan pasien Tower 4 dan Tower 5 sejak 15 September 2020, jumlah pasien yang terdaftar mencapai 13.995 orang. Pasien keluar berjumlah 13.874 orang dan dua pasien dirujuk ke rumah sakit lain.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq