Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger Buaya Raksasa 7 Meter dan Berat 1 Ton di Inhil Riau, Begini Penampakannya
Advertisement . Scroll to see content

5 Berita Terpopuler Hari Ini: Ernie Djohan Penyanyi Lintas Zaman, Prajurit Kopassus Duel Bertaruh Nyawa

Jumat, 02 Juli 2021 - 20:08:00 WIB
5 Berita Terpopuler Hari Ini: Ernie Djohan Penyanyi Lintas Zaman, Prajurit Kopassus Duel Bertaruh Nyawa
Penyanyi legendaris Ernie Djohan saat tampil di iNews TV. (Foto: iNews.id).
Advertisement . Scroll to see content

2. Pria Menyamar Jadi Kipas

Seorang pria yang akan ditangkap polisi nekat menyamar menjadi kipas angin di dalam kamar. Perilaku ini membuat anggota Reskrim Polsek Panakkukang tertawa ngakak.

Rekaman ini diunggah akun Instagram @makassar_info pada Kamis (1/7/2021). Belum diketahui pasti tindakan apa yang telah dilakukan pelaku hingga dikejar petugas.

Namun dalam video tersebut, pelaku tampak bersembunyi dengan kain selimut dan memegangi kipas. Kelakukan ini membuat Bripka Zul Qadri, anggota Polsek Panakkukang, tertawa ngakak.

3. Buaya Besar Memangsa Biawak

Video berdurasi singkat beredar memperlihatkan momen saat buaya besar memangsa biawak di pinggir sungai. Kejadian itu langsung membuat gempar dan menjadi tontonan warga sekitar.

Peristiwa ini terjadi di pinggiran sungai Desa Labuhan Tangga, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Buaya ganas ini memiliki panjang sekitar empat meter.

"Sejak adanya kemunculan buaya tersebut, warga tak ada lagi yang berani melewati atau melintasi sungai," kata seorang warga, Putra, Kamis (1/7/2021).

4. Prajurit Kopassus Duel dengan Pemberontak

Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kerap dilibatkan dalam berbagai misi berat dengan nyawa sebagai taruhannya. Hal itu juga dialami Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono mengunggah foto lama ayahnya, AM Hendropriyono bersama Prabowo Subianto pada 1983. (Foto: IG Diaz Hendropriyono).

Dikutip dari buku “Operasi Sandi Yudha”, diceritakan bagaimana Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono yang saat itu berpangkat Kapten harus merayap sejauh 4,5 kilometer di belantara hutan Kalimantan Utara untuk menangkap pimpinan pasukan Barisan Rakyat (Bara) Sukirjan alias Siauw Ah San. 

Misi penangkapan itu disebut operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) pada 1973 silam. 

Saat itu, Hendropriyono yang berhasil menjangkau persembunyian pimpinan pemberontak tersebut, harus berduel maut dengan Siauw Ah San yang menolak untuk ditangkap.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut