5 Berita Terpopuler : Istri Masukkan Busa Pengeras ke Penis Suami hingga Putra Kiai Jombang Dijemput Paksa

Tika Vidya Utami · Rabu, 19 Januari 2022 - 09:40:00 WIB
5 Berita Terpopuler : Istri Masukkan Busa Pengeras ke Penis Suami hingga Putra Kiai Jombang Dijemput Paksa
Ilustrasi. Seorang istri di AS bereksperimen memasukkan busa ke penis suami (Foto : Ist)

JAKARTA, iNews.id – Penis seorang pria warga Amerika Serikat (AS) rusak serta kemungkinan tidak akan berfungsi lagi. Hal ini lantaran sang istri memasukkan busa pengembang yang biasa untuk bangunan ke dalam penis agar tetap ereksi. 

Pria 45 tahun tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah eksperimen istrinya gagal. Diketahui, penis pria itu impoten sehingga istri memasukkan busa pengembang dengan tujuan agar tetap ereksi saat berhubungan badan. 

Peristiwa tersebut menjadi berita terpopuler pada Rabu (19/1/2022). Berita populer lainnya adalah putra kiai Jombang akan dijemput paksa.


Berikut  rangkumannya:

1. Istri Masukkan Busa Pengeras ke Penis Suami agar Ereksi

Penis seorang pria warga Amerika Serikat (AS) rusak serta kemungkinan tidak akan berfungsi lagi. Hal ini lantaran sang istri memasukkan busa pengembang yang biasa untuk bangunan ke dalam penis agar tetap ereksi. 

Pria 45 tahun tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah eksperimen istrinya gagal. Diketahui, penis pria itu impoten sehingga istri memasukkan busa pengembang dengan tujuan agar tetap ereksi saat berhubungan badan. 

Busa pengembang itu dimasukkan ke dalam penis menggunakan sedotan dari kalengnya. Padahal busa pengembang biasanya untuk isolasi rumah dan bukan seks.  Setelah dimasukkan, busa itu mengeras dan tertinggal di bagian dalam penis serta kandung kemihnya. 

Setelah tiga pekan, pria tersebut merasa sakit serta kesulitan buang air kecil hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Ketika di rumah sakit, penisnya mengeluarkan darah. Staf medis berhasil mengeluarkan busa tersebut melalui operasi. 

Dokter sempat mencoba mengambil busa menggunakan alat khusus dan menariknya keluar dari lubang penis namun gagal. Dokter mendiagnosis, pria tersebut menderita penyakit striktur uretra. Kondisi di mana uretra, saluran yang membawa urin keluar dari penis, menjadi bekas luka, menyebabkannya menyempit. 

Kemudian petugas  medis terpaksa melakukan uretrostomi perineum. Lubang baru dibuat antara skrotum dan anus, untuk membuang sisa fragmen. Prosedur ini mengalihkan aliran urin dari penis. Dengan lubang baru di belakang skrotum yang digunakan untuk mengeluarkan urin. Tidak ada masalah yang diidentifikasi setelah operasi. 

2. Putra Kiai Jombang akan Dijemput Paksa


Polres Jombang meminta kepada massa yang berjaga di pesantren, tempat tersangka pencabulan santriwati, MSA, untuk tidak menghalangi petugas. Polisi bahkan akan menindak tegas jika massa kembali mengadang petugas yang akan menjemput paksa tersangka. Hal tersebut disampaikan Kapolres Jombang AKBP Nur Hidayat karena ada upaya untuk menghalang-halangi petugas. 

Beberapa hari lalu, petugas yang hendak mengantarkan surat pemanggilan terhadap MSA tidak bisa masuk karena diadang massa di depan pesantren.  Saat ini, proses hukum terhadap tersangka MSA menjadi kewenangan Polda Jatim, termasuk rencana penjemputan paksa terhadap tersangka. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko meminta kepada MSA untuk kooperatif terhadap proses hukum yang berjalan. Kombes Pol Gatot mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan upaya persuasif meski surat DPO (daftar pencarian orang) sudah diterbitkan. 

Namun, apabila upaya tersebut tetap gagal, maka penjemputan paksa akan dilakukan. Putra kiai Jombang, MSA adalah merupakan tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati. Tersangka sempat mengajukan gugatan praperadilan. Namun gagal.

3. Buntut Oknum TNI Pukul Warga di Sikka, Massa Bersenjata Tajam Cabuti Pilar Batas


Pada Selasa (18/1/2022), massa bersenjata tajam masih berjaga-jaga di lokasi pascainsiden pemukulan oknum TNI terhadap warga di Desa Runut, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Massa juga mencabuti pilar batas di lokasi tanah HGU Desa Runut. 

Insiden pemukulan yang dilakukan oknum anggota TNI Kodim 1603 Sikka terhadap seorang warga terjadi saat warga Dusun Lodong, Desa Runut, Kecamatan Waigete melakukan protes pemasangan pilar. 

Ketika warga melakukan aksi protes terhadap aparat yang memasang pilar di lokasi tanah HGU Desa Runut, terlihat anggota TNI memukul warga. Pria berbadan tegap dan mengenakan seragam loreng itu memukul warga sebanyak satu kali. Kejadian itu langsung dipisah oleh anggota lainnya. 

Namun, pelaku pemukulan itu terus mencoba memukul korban. Diketahui korban pemukulan adalah Yosep Felis. Yosep mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kenapa dia dipukul. Akibatnya, dia mengalami luka di wajahnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: