5 Berita Terpopuler: Warga Eropa Beli Suplemen Antiradiasi hingga 3 Perempuan Duel di Pasar Burung
JAKARTA, iNews.id – Konflik antara Rusia dan Ukraina membuat warga sejumlah negara ketakutan menjadi bencana nuklir. Mereka pun membeli suplemen antiradiasi. Akibatnya, persediaan produk yang mengandung yodium ini dilaporkan menipis. Laporan tersebut datang dari seluruh negara Eropa termasuk Prancis, Yunani, Polandia, Denmark, Belgia, Kroasia, Belanda, dan Republik Ceko.
Berita terpopuler lainnya adalah tiga perempuan di Ponorogo duel sengit di pasar burung.
Berikut rangkuman berita terpopuler pada Kamis (9/3/2022):
1. Gegara Perang Rusia-Ukraina, Warga Eropa Beli Suplemen Antiradiasi
Konflik antara Rusia dan Ukraina membuat warga sejumlah negara ketakutan menjadi bencana nuklir. Mereka pun membeli suplemen antiradiasi. Akibatnya, persediaan produk yang mengandung yodium ini dilaporkan menipis. Laporan tersebut datang dari seluruh negara Eropa termasuk Prancis, Yunani, Polandia, Denmark, Belgia, Kroasia, Belanda, dan Republik Ceko. Apotek di sejumlah negara pun mengaku telah kehabisan produk beryodium yang mampu membantu melindungi tubuh terhadap radioaktif. Pembeli yang panik bergegas ke apotek untuk membeli suplemen yang mereka harap dapat membantu selama perang nuklir.
Selama akhir pekan, pasukan Rusia merebut pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Fasilitas itu merupakan PLTN terbesar di benua itu. Otoritas kesehatan telah mendesak warga sipil untuk tidak mengambil yodium kecuali secara eksplisit diberitahu oleh pejabat pemerintah dan hanya dengan bimbingan ahli kesehatan.
2. Tidak Diundang di Sidang Kolonel Priyanto, Keluarga Korban Tabrak Lari di Nagreng Kecewa
Keluarga korban tabrak lari di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung pada 8 Desember 2021 merasa kecewa. Keluarga korban kecewa karena TNI tidak memberitahukan pelaksanaan sidang di Mahkamah Militer terhadap para pelaku tabrak lari kepada mereka. Etes Hidayatulloh yang merupakan ayah almarhum Handi Saputra mengatakan bahwa terkejut saat mengetahui Kolonel Infanteri Priyanto disidang oleh pengadilan Militer Tinggi II Jakarta. Ia beserta keluarga besarnya mengetahui pelaksanaan sidang tersebut dari pemberitaan sejumlah media. Etes dan keluarga yang tinggal di Kampung Cijolang Kidul RT01 RW 03 Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut ini sama sekali tidak diundang untuk menghadiri sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan itu.
Etes berharap bahwa pihak keluarga dari kedua korban dapat diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung sidang lanjutan yang rencananya digelar pada 15 Maret 2022. Etes akan menghubungi sejumlah pihak terkait masalah ini. Terkait vonis yang akan dijatuhkan pada para terdakwa, pihak keluarga meminta majelis hakim memberikan hukuman yang setimpal.
Diketahui, Handi Saputra dan Salsabila ditabrak oleh ketiga tersangka Kolonel Inf Priyanto, Koptu Andreas Dwi Atmoko, dan Kopda Ahmad Sholeh yang mengendarai mobil di Jalan Nagreg. Usai ditabrak, kedua korban bukan dibawa ke rumah sakit terdekat malah dibawa serta dibuang di jembatan Sungai Tajum (anak Sungai Serayu), Desa Menganti, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Senin (3/1/2022).
3. Turis Rusia Terdampar di Bali Tak Bisa Ambil Uang akibat Sanksi Negara Barat
Dampak sanksi Barat terhadap Rusia terkait invasi ke Ukraina mulai dirasakan warganya di luar negeri, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut dialami seorang turis Rusia yang berada di Bali. Turis pria bernama Konstantin Ivanov tidak bisa menarik uang dari rekening banknya di ATM. Transaksi banknya selalu diblokir. Hal itu menyebabkan Ivanov serta warga Rusia lainnya mencoba bertahan hidup dengan bekerja atau beralih ke transaksi kripto.
Kedutaan Rusia di Jakarta belum memberikan komentar terkait permasalahan yang dihadapi warganya dampak dari pemberlakuan sanksi Barat. Di kafe Bali, sejak pemberlakuan sanksi oleh Barat, jumlah turis Rusia yang datang menurun. Mereka yang datang memilih pembayaran dengan uang tunai ketimbang kartu kredit. Bali merupakan salah satu tujuan wisata tropis populer bagi turis Rusia. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 1.150 warga Rusia masuk Indonesia pada Januari 2022.
Kondisi yang sama juga terjadi di Thailand, dimana lebih dari 7.000 warga Rusia terdampar. Mereka terdampar lantaran pembatalan penerbangan, terkena dampak anjloknya nilai mata uang rubel dan masalah pembayaran.