5 Fakta Menarik Friendster Resmi Comeback di iPhone, Nomor 4 Paling Tak Terduga!
JAKARTA, iNews.id - Kembalinya Friendster ke dunia digital benar-benar di luar dugaan. Platform yang sempat 'mati' sejak 2015 itu kini bangkit dengan wajah baru yang jauh berbeda dari versi lamanya.
Di tengah kejenuhan pengguna terhadap media sosial modern, kemunculan Friendster justru terasa seperti angin segar.
Ya, dulu Friendster sempat menjadi pionir jejaring sosial sebelum akhirnya tersingkir oleh raksasa seperti Facebook, Instagram, dan X. Namun kini, ketika platform-platform tersebut dipenuhi algoritma agresif, iklan, dan konten viral tanpa henti, Friendster datang membawa konsep yang berlawanan.
Alih-alih mengejar popularitas dan engagement, Friendster justru ingin mengembalikan esensi media sosial sebagai alat untuk terhubung dengan orang yang benar-benar dikenal. Tanpa drama, tanpa manipulasi, dan tanpa kebisingan digital yang melelahkan—sebuah pendekatan yang langsung mencuri perhatian publik.
Terlalu Dini Main Medsos Picu Gangguan Mental Anak, Ini Kata Menkomdigi!
Berikut 5 fakta menarik di balik comeback Friendster yang bikin publik penasaran.
1. Tanpa Iklan, Tanpa Algoritma, Tanpa Drama
Menkomdigi Sebut Sextortion Makin Marak, Perempuan dan Anak Jadi Target Utama di Medsos
Friendster hadir dengan janji yang terdengar mustahil di era sekarang, yaitu tanpa iklan, tanpa algoritma, dan tanpa manipulasi konten. Artinya, pengguna tidak akan dibombardir konten viral atau postingan asing yang tidak relevan. Semua kembali ke inti, yaitu berinteraksi dengan orang yang benar-benar dikenal.
2. Fokus ke Pertemanan Nyata, Bukan Viralitas
Mengenal Friendster, Nenek Moyang Jejaring Sosial yang Ramai Dikabarkan Kembali
Berbeda dengan platform lain yang mengejar engagement, Friendster justru menolak konsep 'viral demi viral'. Tidak ada rage farming, tidak ada engagement bait. Platform ini hanya menghubungkan pengguna dengan lingkaran sosial nyata, tanpa rekomendasi orang asing.
3. Dikembangkan Ulang oleh Sosok di Balik Kebangkitan
Friendster versi baru ini bukan produk lama yang dihidupkan kembali begitu saja. Platform ini dibangun ulang oleh Mike Carson, yang membeli domain dan mereknya sejak 2023. Menariknya, dia mengaku tidak terlalu mengejar keuntungan, melainkan ingin menciptakan ekosistem media sosial yang lebih sehat.
4. Tambah Teman Harus ‘Tap’ Ponsel
Ini dia fitur yang paling mencuri perhatian! Untuk menambahkan teman, pengguna harus menempelkan (tap) iPhone mereka secara langsung. Tidak ada tombol 'Add Friend' seperti medsos biasanya.
Cara ini memaksa orang untuk benar-benar bertemu secara fisik sebelum terhubung secara digital, sebuah konsep yang terasa asing, tapi justru relevan di era serba virtual.
5. Relasi Bisa Memudar Jika Tak Pernah Bertemu
Friendster juga tengah menguji fitur unik, yaitu koneksi pertemanan bisa 'memudar' jika dua pengguna tidak pernah bertemu langsung selama satu tahun. Fitur ini menjadi pengingat bahwa hubungan tidak cukup dipelihara lewat layar, tetapi perlu interaksi nyata.
Comeback Friendster jelas bukan sekadar nostalgia. Dengan konsep yang berani dan berbeda, platform ini mencoba menantang cara lama kita bersosialisasi di dunia digital, dan mungkin saja, mengubahnya selamanya.
Editor: Muhammad Sukardi