Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terapkan WFH, Menkomdigi: Kita Contohkan Kerja dari Luar Kantor Tetap Beri Hasil Maksimal
Advertisement . Scroll to see content

Menkomdigi Sebut Sextortion Makin Marak, Perempuan dan Anak Jadi Target Utama di Medsos

Selasa, 21 April 2026 - 16:40:00 WIB
Menkomdigi Sebut Sextortion Makin Marak, Perempuan dan Anak Jadi Target Utama di Medsos
Menkomdigi Meutya Hafid (dok. Komdigi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kasus sextortion atau pemerasan berbasis konten intim di media sosial kian mengkhawatirkan. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkap perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentan terhadap kejahatan digital tersebut.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital yang pesat membuat distribusi konten menjadi sangat mudah, sementara pelaku dapat bersembunyi di balik anonimitas. Hal ini membuka celah besar bagi berbagai kejahatan, mulai dari pemerasan hingga eksploitasi korban.

"Ranah digital mempermudah orang melakukan pemerasan, penipuan, human trafficking terhadap perempuan. Ini menunjukkan bahwa kita harus sama-sama melindungi perempuan di ruang digital," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, Selasa (21/4/2026).

Sextortion biasanya bermula dari interaksi sederhana di media sosial. Pelaku kemudian memanipulasi korban untuk mengirimkan konten pribadi, yang selanjutnya digunakan sebagai alat ancaman untuk meminta uang atau keuntungan lain.

Fenomena ini diperparah dengan tingginya penggunaan media sosial di Indonesia. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, ruang digital menjadi lahan subur bagi pelaku untuk mencari target baru, terutama dari kalangan remaja.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut