5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Antisipasi Kerusuhan, Nomor 4 Krusial
JAKARTA, iNews.id - Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang terjadi pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu menjadi sorotan dunia. Sebab, korban tewas yang berjatuhan tergolong sangat banyak yakni melebihi 131 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Setelah peristiwa itu terjadi, satu pelajaran yang dapat diambil adalah pentingnya memperhatikan hal-hal ketika datang ke tempat ramai, apalagi pertandingan-pertandingan besar. Berikut adalah 5 hal yang wajib diperhatikan saat berada di tempat ramai:
1. Pandai Membaca Situasi
Sebelum memutuskan untuk pergi ke tempat ramai, seperti pertandingan sepak bola atau acara musik, sudah menjadi keharusan bagi pengunjung untuk membaca situasi. Apabila berencana untuk datang ke pertandingan sepak bola dengan rivalitas pendukung yang sangat kuat seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung, usahakan jangan menggunakan atribut yang mencolok dan terlalu menarik perhatian.
Polri Periksa 29 Saksi terkait Kasus Kerusuhan Kanjuruhan, 23 di Antaranya Polisi
Sementara itu, ada baiknya jika tidak datang ke lokasi pertandingan seorang diri. Minimal mengajak 1 orang lainnya untuk mendampingi. Jadi, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusuhan, bisa saling membantu dan menjaga satu sama lain.
2. Ketahui Jelas Lokasi Pintu Keluar
Hal selanjutnya adalah mengetahui letak tempat-tempat penting di lokasi, seperti stadion pertandingan yang didatangi. Tempat tersebut utamanya adalah pintu keluar atau exit gate.
Jika sudah tahu jelas di mana lokasi pintu keluar, maka upaya penyelamatan diri akan lebih mudah dilakukan dalam suasana membahayakan. Apabila keberadaan pintu keluar tidak bisa dideteksi, usahakan untuk mencari tahu letak pintu atau tangga darurat.
3. Segera Tinggalkan Lokasi Apabila Ada Kejadian Nonbencana
Sebagai seorang pengunjung atau penonton sebuah pertandingan, ada baiknya segera meninggalkan lokasi apabila sudah melihat tanda-tanda kerusuhan. Tentunya, kita tidak perlu harus mengetahui apa yang sedang terjadi, dan lebih baik langsung beranjak dari tempat tersebut.
Contohnya adalah pada kasus kerusuhan dalam pertandingan sepak bola. Penonton bisa dengan mudah mengindikasi bahwa tensi pertandingan dan pihak pendukung sudah mulai panas. Apabila telah merasa sudah tidak nyaman dan kondisi tak mampu dikontrol, langsung tinggalkan stadion. Tetap atur napas sembari berjalan ke arah pintu keluar yang ada.
Nomor 4 paling penting...
4. Jika Terjadi Kerusuhan, Usahakan Jangan Panik
Meskipun sulit dilakukan, namun kata-kata jangan panik merupakan kunci utama agar tidak menjadi korban kerusuhan atau kejadian nonbencana lainnya. Sebab, seseorang akan kesulitan menyelamatkan dirinya sendiri apabila sudah dalam keadaan panik.
Dari berbagai imbauan yang digencarkan pemerintah, kepanikan sebisa mungkin harus dihindari dalam keadaan darurat. Mengatur pernapasan, meletakkan tangan di antara pusar, dan bagian bawah tulang rusuk juga akan membantu mengurangi kepanikan. Jika sudah sedikit tenang, seseorang untuk lebih mudah menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
5. Bekali Diri dengan Menyimpan Nomor Penting
Terakhir, seseorang wajib memiliki nomor-nomor penting atau darurat. Kominfo sudah menyiapkan nomor darurat atau call center 112. Masyarakat dapat menghubunginya apabila mengalami keadaan darurat.
Nantinya, petugas akan langsung melakukan percepatan penanggulangan dengan berkoordinasi dengan pihak terkait. Melansir laman Kominfo, nomor 112 akan diterima oleh operator di Pusat Panggilan Darurat.
Panggilan tersebut kemudian diteruskan ke petugas pengarah yang menentukan jenis keadaan darurat, guna melanjutkan informasi tersebut kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah), polisi atau petugas lapangan lain yang melakukan penanganan kondisi darurat.
Selain itu, nomor darurat lain yang juga harus diketahui adalah 110 (Polisi), 115 (Basarnas/SAR), 118 atau 119 (Ambulans), 129 (Posko Bencana Alam), dan 122 (Posko Kewaspadaan Nasional).
Editor: Rizal Bomantama