Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ekspor CPO Tumbuh 5,49 Persen, Mentan Amran Dorong Sawit Naik Kelas lewat Hilirisasi
Advertisement . Scroll to see content

50.000 Hektare Lahan Pertanian Terdampak El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Aman

Senin, 14 September 2026 - 12:11:00 WIB
50.000 Hektare Lahan Pertanian Terdampak El Nino, Mentan Pastikan Stok Beras Aman
Mentan Amran Sulaiman mengungkap sekitar 50.000 hektare lahan pertanian terdampak El Nino. (Foto: Ilustrasi/X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap sekitar 50.000 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Meski demikian, dia memastikan kondisi tersebut masih dalam batas aman dan belum mengganggu produksi pangan nasional.

"Kekeringan yang masuk mungkin sekarang ya estimasi 50 ribuan hektare. Tapi itu masih posisi aman. Kita lihat dari BPS produksi kita masih aman," ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).

Dia menambahkan, lahan yang terdampak kekeringan terutama berada di daerah upland atau wilayah dengan kondisi geografis lebih tinggi. Wilayah tersebut tersebar di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pompanisasi hingga penguatan sistem irigasi.

"Solusinya adalah kita pompanisasi, kemudian irigasi, irpom (irigasi pompa), sumur dalam, sumur dangkal," kata dia.

Amran mengatakan, pemerintah juga memfokuskan penanaman di wilayah yang telah memiliki jaringan irigasi. Menurutnya, perbaikan irigasi telah mencakup sekitar 3-4 juta hektare lahan.

Selain memperkuat irigasi, pemerintah menggunakan benih yang lebih tahan terhadap kekeringan serta metode budidaya yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas.

"Caranya adalah yang pertama, benih tahan kekeringan. Yang kedua, metode baru yang produksinya bisa 10 ton, 12 ton. Metode AAS (Modern - Advanced Agricultural System)," ucap Amran.

Dia menyebut, penerapan metode tersebut telah menghasilkan produksi sekitar 8-13 ton dengan rata-rata mencapai 10 ton. Sementara, di lahan yang memiliki sumber air, pemerintah akan memperkuat pasokan melalui pompa.

Amran juga memastikan ketersediaan beras masih mencukupi meski Indonesia menghadapi El Nino. Perhitungan tersebut memperhitungkan standing crop atau tanaman yang masih berada di lahan, serta stok beras yang tersedia di masyarakat dan Bulog.

"Standing crop adalah kurang lebih 3 hampir 4 juta, 3,8 juta. Standing crop artinya yang tanaman berdiri sekarang. Kemudian, ada beras di hotel, mereka hotel, restoran, dan rumah-rumah seluruh Indonesia," kata dia.

Selain itu, Amran menyebut stok beras di Bulog mencapai sekitar 2,6 juta ton. Dengan kebutuhan sekitar 2,6 juta ton per bulan, dia menilai ketersediaan beras masih mampu menopang kebutuhan hingga memasuki periode panen berikutnya.

"Kalau 2,6 juta per bulan, berarti 10 bulan kan? 10 bulan ke depan, sekarang September ya? Oktober, November, Desember, Januari, Februari. Overlap. Panen puncak di Maret lagi. Jadi aman," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut