8 Gempa Besar di Indonesia, 3 Berkekuatan Dahsyat

Ariedwi Satrio ยท Minggu, 27 September 2020 - 05:31 WIB
8 Gempa Besar di Indonesia, 3 Berkekuatan Dahsyat

BMKG mencatat Indonesia pernah mengalami 11 kali gempa besar hingga dahsyat di zona megathrust selatan Jawa. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Indonesia pernah mengalami 11 kali gempa besar hingga dahsyat di zona megathrust selatan Jawa. Gempa tersebut tercatat berkekuatan magnitudo mulai dari 7,0 sampai 8,5. 

BMKG mengungkapkan Indonesia mengalami delapan kali gempa besar (major earthquake) dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9. Sementara gempa dahsyat (great earthquake) dengan magnitudo 8,0 ke atas sebanyak tiga kali.

"Dalam catatan sejarah, sejak tahun 1700 zona megathrust selatan Jawa sudah beberapa kali terjadi aktivitas gempa besar (major earthquake) dan dahsyat (great earthquake)," kata Kabid Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2020).

Daryono membeberkan, gempa besar dengan magnitudo antara 7,0 dan 7,9 yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa, di antaranya terjadi pada tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8) dan 2009 (M7,3).

Sementara itu, gempa dahsyat dengan magnitudo 8,0 atau lebih besar yang bersumber di zona megathrust selatan Jawa sudah terjadi tiga kali, di antaranya, tahun 1780 (M8,5), 1859 (M8,5), dan 1943 (M8,1).

"Untuk gempa dengan kekuatan 9,0 atau lebih besar di selatan Jawa belum tercatat dalam katalog sejarah gempa," imbuhnya.

Daryono menjelaskan, dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia pada 2017, disebutkan di Samudra Hindia selatan Jawa terdapat tiga segmentasi megathrust, yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat dan Segmen Banten-Selat Sunda. "Ketiga segmen megathrust ini memiliki magnitudo tertarget M8,7," katanya.

Namun, lanjut dia, jika skenario model dibuat dengan asumsi dua segmen megathrust yang 'bergerak' secara simultan, magnitudo gempa yang dihasilkan bisa lebih besar dari 8,7.

"Besarnya magnitudo gempa yang disampaikan tersebut adalah potensi skenario terburuk (worst case) bukan prediksi yang akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga kapan terjadinya tidak ada satu pun orang yang tahu," ujarnya.

Daryono meminta agar semua pihak melaksanakan mitigasi mengantisipasi jika gempa di atas magnitudo 8,7. Di mana hasil monitoring BMKG menunjukkan zona megathrust selatan Jawa sangat aktif yang tampak dalam peta aktivitas kegempaan (seismisitas). 

Editor : Dani Dahwilani