8 Gempa Besar Ini Pernah Guncang Kalimantan, Nomor 1 Diiringi Tsunami
JAKARTA, iNews.id – Pemerintah berencana memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan. Kendati lokasi belum diumumkan resmi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menyebut Ibu Kota baru akan berada di Kalimantan Timur.
Salah satu pertimbangan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan karena wilayah itu aman dari gempa bumi. Benarkah demikian? Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, jika dilihat dari aspek geologi dan tektonik, saat ini terdapat tiga sesar yang bisa memicu gempa di Kalimantan.
Ketiga sesar tersebut yakni, Sesar Maratua, Mangkalihat, dan Paternoster. "Hasil monitoring kegempaan oleh BMKG terhadap Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur yang masih sangat aktif," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/8/2019).
Adapun Sesar Paternoster yang jalurnya berarah barat-timur melintasi wilayah Kabupaten Paser, meskipun termasuk kategori sesar berusia tersier tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa di jalur sesar ini masih sering terjadi gempa.
Salah satu gempa paling kuat berkekuatan magnitudo 6,1 (M=6,1) pada 26 Oktober 1957. Peristiwa terbaru terjadi pada 19 Mei 2019 di Longkali, Paser. Guncangan gempa berkekuatan M=4,1 memicu kepanikan masyarakat.