9 Organisasi Pergerakan Nasional: Pengertian, Tujuan dan Faktor Pendorongnya
JAKARTA, iNews.id - Organisasi pergerakan nasional menjadi bagian sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Organisasi yang lahir bergerak di berbagai bidang. Berikut rangkumannya.
Melansir buku ‘New Edition Pocket Book IPS & PKN SMP Kelas VII,VII & IX’ terbitan Cmedia, perkembangan pergerakan nasional sangat dipengaruhi oleh rendahnya tingkat kualitas penduduk Indonesia pada masa penjajahan. Tingkat pendidikan yang rendah itu menyebabkan bangsa asing sangat mudah mengelabui bangsa Indonesia.
Awal abad XX, terjadi perubahan penting pada kualitas penduduk Indonesia. Semakin banyak sekolah berkembang di Indonesia, semakin banyak kaum terpelajar. Semakin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia, semakin meningkat pula kualitas penduduk.
Oleh karena itu, muncul rasa nasionalisme terhadap bangsa. Munculnya nasionalisme disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
- Perluasan pendidikan dari kebijakan politik etis pemerintah Hindia-Belanda
- Kesadaran bahwa gagalnya perjuangan karena masih bersifat kedaerahan
- Rasa senasib sepenanggungan
- Berkembangnya paham baru
- Berkembangnya organisasi etnik, kedaerahan, dan keagamaan.
Faktor-Faktor yang Mendorong Munculnya Organisasi Pergerakan Nasional
Faktor Intern
1. Penderitaan rakyat yang berkepanjangan
2. Kenangan kejayaan masa lalu
3. Lahirnya golongan terpelajar
Faktor Ekstern
1. Timbulnya paham-paham baru seperti nasionalisme, demokrasi, liberalisme, dan sosialisme
2. Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905
3. Gerakan Turki Muda
4. Revolusi nasional Cina
Organisasi Pergerakan Nasional yang pertama di Indonesia adalah Budi Utomo. Tokoh yang mempelopori terbentuknya organisasi ini adalah Wahidin Sudirohusodo. Budi Utomo resmi berdiri pada tanggal 20 Mei 1908 dan diketuai oleh Dr Sutomo.
Organisasi SI mulanya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh H.Samanhudi di Surakarta pada tahun 1911. Namun, untuk memperluas gerak usahanya SDI kemudian diubah menjadi SI.
Pada perkembangan, SI disusupi oleh orang yang beraliran sosialis ekstrem. Akibatnya, pada tahun 1921 SI pecah menjadi dua, yaitu SI Merah pimpinan Semaun dan SI Putih pimpinan HOS Cokroaminoto.
Indische Partij didirikan di Bandung tanggal 25 Desember 1912 oleh Tiga Serangkai, yaitu Dr Douwes Dekker, Dr Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat.
Tujuan mendirikan pergerakan nasional Indonesia ini adalah:
1. Menerapkan cita-cita kesatuan nasional Indonesia
2. Berusaha mendapatkan persamaan hak bagi semua orang Indonesia
3. Memperbesar pengaruh pro Hindia (Indonesia) di dalam pemerintahan
4. Memperbaiki ekonomi rakyat Indonesia dengan memperkuat mereka yang lemah ekonominya
Tokoh pendiri PI adalah para mahasiswa Indonesia yang ada di negeri Belanda antara lain RP Sosrokartono dan R Husein Jayadiningrat. Awalnya, kegiatan PI dilakukan dengan mengadakan pertemuan antaranggota untuk mendiskusikan nasib bangsa.
Organisasi pergerakan nasional dan surat kabarnya adalah ‘Hindia Poetera’ untuk memuat tulisan para anggota PI.
PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh Ir Soekarno. Organisasi ini memiliki kegiatan yang dianggap membahayakan kolonialis Belanda. Oleh karena itu, pada tahun 1930 para tokohnya ditangkap.
Parindra merupakan gabungan dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia. Organisasi Pergerakan Nasional ini didirikan pada 25 Desember 1935. Adapun, usaha-usaha yang dilakukan Parindra antara lain sebagai berikut:
- Pendidikan kepada rakyat
- Menggalang persatuan dan kesatuan bangsa
- Meningkatkan kesejahteraan rakyat
Gerindo didirikan di Jakarta pada tanggal 24 Mei 1937 oleh AK Gani, Mr Moh Yamin dan Mr Amir Syarifudin. Tujuan pembangunan ini adalah Indonesia merdeka dengan asas nasionalis dan demokrasi
GAPI merupakan gabungan dari partai-partai politik yang ada di Indonesia yang dibentuk pada tanggal 21 Mei 1939. Latar belakang terbentuknya GAPI adalah menuntut kemerdekaan Indonesia dari pemerintahan Belanda secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 10 tahun.
Organisasi Pergerakan Nasional yang terakhir adalah Pergerakan wanita. Organisasi ini dipelopori oleh RA Kartini. Ia memengaruhi kaum wanita untuk memperjuangkan emansipasi di Tanah Air. Oleh karena itu, muncullah tokoh-tokoh wanita lainnya, seperti Dewi Sartika yang mendirikan sekolah “Kautamaan Istri” di Bandung pada tahun 1954.
Editor: Puti Aini Yasmin