Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Metro Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor, Usut Kasus Mafia Tanah PTSL 2019
Advertisement . Scroll to see content

Abah Setu Digeruduk Massa gegara Diduga Hina Nabi Muhammad, Ngaku Korban AI

Rabu, 09 September 2026 - 16:01:00 WIB
Abah Setu Digeruduk Massa gegara Diduga Hina Nabi Muhammad, Ngaku Korban AI
Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam pimpinan Asep Setiawan alias Abah Setu (foto: YouTube/Abah Setu MDNH)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Polda Metro Jaya turun tangan terkait viral aksi penggerudukan massa terhadap Majelis Dzikir Nurul Hikam pimpinan Asep Setiawan alias Abah Setu. Penggerudukan dilakukan lantaran Abah Setu diduga menghina Nabi Muhammad SAW. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat telah hadir saat sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, pada 7 September 2026 malam.

"Untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," kata Budi, Rabu (9/9/2026).

Kemudian, kata Budi, pada Selasa 8 September 2026, polisi telah meminta keterangan dari Abah Setu. Berdasarkan keterangan, Abah Setu mengaku menjadi korban editan AI. 

"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," ujar Budi.

Terkait permasalahan ini, Budi memastikan Abah Setu bersedia berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis 10 September 2026 di Polres Metro Bekasi. 

"Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian. Warga kemudian membubarkan diri pada Selasa dini hari dengan situasi aman dan kondusif," ucap Budi. 

"Kami memahami keresahan masyarakat dan mengimbau semua pihak menjaga ketenangan, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik," tambahnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut