Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abah Setu Digeruduk Massa gegara Diduga Hina Nabi Muhammad, Ngaku Korban AI
Advertisement . Scroll to see content

Abah Setu Minta Maaf, Polisi Tetap Dalami Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad

Jumat, 11 September 2026 - 17:37:00 WIB
Abah Setu Minta Maaf, Polisi Tetap Dalami Dugaan Penghinaan Nabi Muhammad
Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam pimpinan Asep Setiawan alias Abah Setu (foto: YouTube/Abah Setu MDNH)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Polisi telah mengklarifikasi pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam yakni Asep Setiawan alias Abah Setu terkait dugaan penghinaanNabi Muhammad SAW. Abah Setu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut, permintaan maaf tersebut disampaikan langsung dalam forum yang turut dihadiri sejumlah pihak terkait.

"Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat," kata Budi, dikutip Jumat (11/9/2026).

Mediasi tersebut melibatkan unsur MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Kendati Abah Setu sudah menyampaikan permohonan maaf, polisi belum menyatakan persoalan tersebut selesai. Polisi masih menggali informasi dari pihak-pihak terkait.

"Kepolisian selanjutnya tetap mendalami peristiwa tersebut, memantau dan berkomunikasi dengan para pihak guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ucap Budi.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri menyikapi video dan pernyataan yang beredar.

"Masyarakat juga diimbau tetap menjaga ketenangan serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban," ujar Budi.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya turun tangan terkait viral aksi penggerudukan massa terhadap Majelis Dzikir Nurul Hikam pimpinan Asep Setiawan alias Abah Setu. Penggerudukan dilakukan lantaran Abah Setu diduga menghina Nabi Muhammad SAW. 

Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat telah hadir saat sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, pada 7 September 2026 malam.

"Untuk meminta klarifikasi terkait video yang mereka nilai memuat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW," kata Budi, Rabu (9/9/2026).

Kemudian, kata Budi, pada Selasa 8 September 2026, polisi telah meminta keterangan dari Abah Setu. Berdasarkan keterangan, Abah Setu mengaku menjadi korban editan AI. 

"Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI," ujar Budi.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut