Aceh-Sumut Diguyur Hujan Ekstrem 3 Hari, BMKG Ungkap Pemicunya
“Perkembangan Siklon Tropis ARNAB terus kami pantau melalui analisis data pengamatan, citra satelit, dan model prediksi cuaca. Berdasarkan analisis saat ini, sistem tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap cuaca dan gelombang laut di Indonesia. Hujan lebat yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lain yang berkembang di sekitar wilayah tersebut,” jelas Andri.
Di sisi lain, BMKG mengidentifikasi potensi pembentukan sirkulasi siklonik baru di sekitar Laut Andaman, sebelah utara Aceh, mulai 27 Oktober 2026. Berdasarkan pemodelan cuaca, peluang penguatan sistem tersebut masih rendah dalam 24 jam ke depan.
Meski demikian, sirkulasi siklonik tersebut berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara. Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatera bagian utara.
Dalam dua hingga tiga hari ke depan, sirkulasi tersebut berpotensi berkembang dan bergerak ke arah barat hingga barat laut, semakin menjauhi wilayah Indonesia. Namun, sistem ini masih dapat mendukung pembentukan daerah konvergensi yang meningkatkan peluang hujan di sebagian wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
Editor: Rizky Agustian