Ade Yasin Diduga Minta Bawahannya Kumpulkan Uang untuk Suap BPK

Arie Dwi Satrio ยท Kamis, 19 Mei 2022 - 10:49:00 WIB
Ade Yasin Diduga Minta Bawahannya Kumpulkan Uang untuk Suap BPK
Bupati Bogor, Ade Yasin ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga, uang yang digunakan Bupati Bogor Ade Yasin untuk menyuap Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat (Jabar) berasal dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). KPK masih terus mendalami kasus itu. 

Keterangan itu didapat setelah penyidik KPK memeriksa sembilan saksi pada Rabu, 18 Mei 2022. Sebanyak sembilan saksi tersebut yakni, Kasubag Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Bogor, Unu; Pegawai RSUD Cibinong Sapto Aji Eko; Kasubbid Gaji BPKAD Kabupaten Bogor, Ferry Syafari.

Kemudian, Kabid AKTI BPKAD Kabupaten Bogor, Wiwin Yeti Heriyanto; PNS di Dinas PUPR Bogor, Khairul Amarullah; Kabid Aset BPKAD Bogor, WR Pelitawan; Kasubbag Keuangan Bappenda Bogor, Rizki Setiawan; Staf di Bagian Perlengkapan Bogor, Ridwan Hendrawan alias Awok; serta Kasubag Kesra Setda Bogor, Iip.

"Seluruh saksi hadir dan para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dugaan pengumpulan sejumlah uang dari beberapa SKPD yang menjadi obyek audit oleh tersangka ATM bersama tim auditor BPK Perwakilan Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (19/5/2022).

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021. Delapan tersangka tersebut yakni, Bupati Bogor Ade Yasin.

Kemudian, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam (MA); Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah (IA); Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Rizki Taufik (RT). Mereka ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Sedangkan empat tersangka lainnya merupakan pihak penerima suap. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: