Adu Program di Debat Perdana, Cagub-Cawagub Komitmen Bangun NTT

Felldy Utama ยท Jumat, 06 April 2018 - 14:01:00 WIB
Adu Program di Debat Perdana, Cagub-Cawagub Komitmen Bangun NTT
Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe (depan) memberikan sambutan pada acara debat terbuka Cagub dan Cawagub NTT di Jakarta, Kamis (5/4/2018) malam. (Foto: iNews.id/Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadikan panggung debat terbuka sebagai ajang untuk menunjukkan komitmennya membangun daerahnya. Lewat berbagai program serta paparan visi dan misi, empat pasangan calon bertekad menjadikan NTT sebagai daerah maju dan sejahtera.

Pasangan calon nomor urut 1 Esthon Foenay-Chris Rotok berjanji akan segera mengentaskan kemiskinan di daerah itu terutama bagi 1 juta penduduk yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

"Tingkat kemiskinan masih sekitar 21 persen atau 1,2 juta orang dari 5,6 juta jiwa. Kami menyiapkan beberapa program untuk mengatasi permasalahan yang ada di NTT saat ini," kata Esthon saat debat terbuka Cagub-Cawagub NTT di Jakarta, Kamis (5/4/2018) malam.

Esthon menjelaskan, mengacu masih tingginya angka kemiskinan tersebut, dibutuhkan terobosan oleh pemerintah. Di sisi lain Esthon-Chris mengaku siap untuk berkontribusi agar masyarakat NTT dapat sejahtera dan berdaya saing.

Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka siap melaksanakan lima program unggulan, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan infrastruktur. "Kami pastikan lima misi ini akan mampu mendorong percepatan pembangunan dan bisa memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat," kata Esthon.

Dia melanjutkan, NTT yang secara geografis berada di gerbang selatan NKRI, berbatasan dengan Timor Leste dan Australia ini kaya dengan sumber daya alam. Jika dikeloa baik, akan membawa dampak kesejahteraan masyarakat. ”Sehingga upaya mengentaskan kemiskinan bagi 1 juta jiwa masyarakat miskin ini bisa terwujud,” ujarnya.


Sementara Paslon Marianus Sae-Emilia Nomleni (MS-Emi) mengaku akan melanjutkan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran yaitu, Anggur Merah (anggaran untuk rakyat menuju sejahtera).

Meskipun program Anggur Merah belum berhasil secara signifikan dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di NTT, Emi menuturkan bahwa sesungguhnya anggaran prorakyat merupakan sebuah konsep yang memberikan ruang kepada rakyat untuk mengelola anggaran.

"Oleh karena itu kenapa kami berpikir bahwa kami harus melanjutkan program ini walaupun dengan berbagai pertimbangan karena belum signifikan," katanya. Dia menegaskan, program tersebut memang bukan satu-satunya alat untuk menuntaskan problem sosial ekonomi di NTT, tetapi Anggur Merah merupakan salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan.

Adapun duet Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) membuat program Ampera, yakni amanat anggaran untuk meningkatkan pendapatan rakyat sebagai andalan. Benny menyampaikan bahwa program tersebut bermaksud untuk mengatasi masalah kemiskinan yang tengah dihadapi oleh masyarakat NTT, khususnya masyarakat miskin.

"Anggaran ini akan kami gunakan untuk memberikan pemberdayaan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin" kata dia. Tak hanya itu, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pasangan Harmoni juga akan berupaya meningkatkan investasi dan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) untuk masyarakat.

Paslon nomor urut 4 Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss) berjanji siap membangun potensi sumber daya alam melalui pariwisata. Menurut mereka, pariwisata adalah alat penggerak utama pembangunan ekonomi di NTT.

Debat perdana mengangkat tema pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Pertanyaan disusun tiga panelis, yakni Fredrik Lukas Benu dan Fritz Oscar Fangidae, keduanya akademisi, serta profesional Theodorus Widodo. Debat yang disiarkan langsung stasiun televisi iNews dan live streaming di iNews.id itu dimoderatori presenter Tina Talisa.

Debat berlangsung selama 90 menit yang dibagi dalam empat segmen. Dalam tiap segmen masing-masing pasangan calon memaparkan visi dan misinya, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun oleh tim panelis.

Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe menilai debat perdana berlangsung sukses. Dia juga mengapresiasi pasangan calon dan para pendukungnya yang turut menjadikan debat terbuka ini berbobot serta tertib.

”Jadi untuk evaluasi tim belum, tetapi secara pribadi saya merasakan bahwa debat pertama ini sukses baik itu pasangan calon, kemudian kami selaku penyelenggara dan para pendukung  yang bisa tertib mengikuti semua sesi debat dengan baik sehingga semuanya berjalan lancar. Harapan kami ini menjadi tolok ukur sehingga debat kedua dan ketiga bisa lebih baik lagi,” kata dia.

Editor : Tuty Ocktaviany