Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Sebut BRICS Perkuat Peran Global South dalam Bentuk Masa Depan Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Ambisi Prabowo Bangun Kedaulatan Emas Indonesia, dari Tambang hingga ke Bank Emas

Rabu, 09 September 2026 - 01:08:00 WIB
Ambisi Prabowo Bangun Kedaulatan Emas Indonesia, dari Tambang hingga ke Bank Emas
Ilustrasi tambang emas (dok. Freeport)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -Emas selama ini identik dengan tambang, batangan, perhiasan dan investasi masyarakat. Namun, bagi pemerintah, komoditas berwarna kuning itu kini memiliki arti yang jauh lebih besar.

Presiden Prabowo Subianto mendorong agar emas yang berasal dari Indonesia tidak berhenti sebagai hasil tambang yang kemudian diperdagangkan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional dari hulu hingga hilir.

"Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri sendiri," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR pada Jumat (14/8/2026) lalu.

Gagasan tersebut mulai diwujudkan melalui pembangunan ekosistem bullion atau bank emas. Indonesia resmi memulai kegiatan usaha bullion pada 26 Februari 2025. Pemerintah menempatkannya sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan pengelolaan emas, mulai dari penyimpanan dan perdagangan hingga pembiayaan berbasis emas.

Hasilnya mulai terlihat. Pada Juli 2026, Prabowo menyebut bank emas yang baru beroperasi sekitar satu tahun telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Angka tersebut merujuk pada ekosistem yang dijalankan Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas (bullion), yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," kata Prabowo.

Angka itu menunjukkan perubahan cara pemerintah memandang emas. Komoditas tersebut tidak lagi hanya dilihat dari berapa banyak yang bisa digali dari dalam bumi, tetapi juga dari seberapa panjang rantai nilai yang dapat dibangun setelah emas keluar dari tambang.

Di sisi hulu, Indonesia memang memiliki modal besar. Data Mineral Commodity Summaries 2026 dari United States Geological Survey (USGS) memperkirakan produksi tambang emas Indonesia mencapai 90 ton pada 2025. Sementara itu, cadangan emas Indonesia diperkirakan sekitar 3.600 ton.

Cadangan tersebut membuat emas menjadi salah satu kekayaan mineral strategis Indonesia. Tetapi memiliki cadangan besar tidak otomatis berarti seluruh nilai ekonominya dinikmati di dalam negeri. Tantangannya adalah membangun mata rantai yang menghubungkan pertambangan, pemurnian, perdagangan, penyimpanan, pembiayaan hingga investasi.

Konsep itu bisa disebut sebagai ekosistem bulion. Kementerian Koordinator Perekonomian menjelaskan ekosistem tersebut membutuhkan keterhubungan antara sektor hulu dan hilir, termasuk pasokan emas fisik yang aman, bertanggung jawab dan masuk ke jalur formal.

Persoalan di hulu menjadi penting karena tidak seluruh aktivitas produksi emas tercatat dalam sistem resmi. Pemerintah sebelumnya menyebut masih terdapat produksi dan perdagangan emas yang belum tercatat, termasuk penjualan yang diduga melalui jalur ilegal.

"Jadi memang ada beberapa catatan untuk emas ini memang yang mungkin teridentifikasi ada beberapa penjualan yang tanda petik ilegal gitu ya," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno dalam MINDialogue di Jakarta beberapa waktu lalu.

Indonesia diketahui memiliki fondasi kuat hilirisasi emas. Fasilitas pemurnian (refinery) di perusahaan grup MIND ID yakni PT Antam memiliki kapasitas 150 ton emas per tahun. Smelter Manyar PT Freeport Indonesia dari MIND ID juga memiliki kemampuan pemurnian emas hingga 50 ton per tahun. Sementara fasilitas swasta milik PT Amman Mineral Internasional Tbk memiliki kapasitas sekitar 18 ton per tahun.

Artinya, Indonesia memiliki bukan hanya sumber daya tambang, tetapi juga fasilitas untuk memurnikan hasil tambang sebelum emas masuk ke rantai perdagangan dan keuangan.

Di ujung rantai, pemerintah ingin emas memiliki fungsi yang lebih strategis. Emas dapat disimpan, diperdagangkan, digunakan sebagai instrumen pembiayaan dan investasi, sekaligus menjadi salah satu komponen cadangan penting.

Prabowo sendiri melihat perkembangan bank emas sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru Indonesia.

"Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan juga meningkat," ujarnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut