Angela Tanoesoedibjo Ajak Generasi Muda Kolaborasi Bangun Ruang Digital yang Sehat
Angela pun memberi contoh pertanyaan seorang mahasiswa saat ICC 2025 di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung beberapa waktu lalu.
"Ada yang bertanya kepada salah satu narasumber, seorang mahasiswa, 'Apakah jurusan saya masih relevan kalau saya sudah lulus nanti?'," ucap Angela sambil menirukan pertanyaan tersebut.
Dia mengatakan ICC 2025 hadir menjawab kegelisahan tersebut melalui pencerahan dari narasumber yang berkompeten di industri. Salah satunya di bidang digital.
Ruang digital dinilai menimbulkan keresahan akan beredarnya informasi sesat atau hoaks. Hal itu terkonfirmasi dari hasil studi Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menyebut penyebaran hoaks 6 kali lebih cepat dibanding fakta.
"So, ICC ingin hadir di sini supaya kita bisa membersamai kalian bersama. Bagaimana kita membangun ruang-ruang digital yang sehat, bagaimana sebetulnya masih ada media-media yang di mana kita berlisensi, dan kita obviously tidak boleh menyebarkan hoax, obviously kita tidak boleh menyebarkan lies, dan yang hanya bisa kita sebarkan adalah fakta," ungkap Angela.
"Nah inilah yang mudah-mudahan kita bisa terbuka, bahwa di ruang-ruang digital ini kita bisa memanfaatkannya dengan positif, bagaimana kita bisa menggunakan ruang digital dengan baik, beretika, beradab, bisa menggunakannya tentu jadi sumber pendapatan," tutur dia.