Angela Tanoesoedibjo di APMF 2026: Merek Harus Jadi "Worth Searching For" di Era Algoritma
"Platform memang menciptakan jangkauan, tetapi IP menciptakan alasan bagi orang untuk kembali," ujar Angela.
Menurutnya, ketika audiens kini mengonsumsi konten melalui berbagai layar dan platform secara bersamaan, keunggulan kompetitif tidak lagi terletak pada distribusi, melainkan pada kualitas cerita yang mampu membangun keterikatan emosional.
Sebagai contoh implementasi strategi tersebut, Angela memaparkan keberhasilan sinetron Terikat Janji. Alih-alih diposisikan sebagai tayangan televisi semata, MNC Group mengembangkan serial tersebut menjadi sebuah IP yang hidup di berbagai platform melalui ribuan konten pendek, pemberitaan media, aktivasi radio, media luar ruang, hingga percakapan organik di media sosial. Hasilnya, audiens tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menyebarkan cerita, menciptakan diskusi, serta membawa audiens baru ke dalam ekosistem konten.

Strategi tersebut memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis. Rating televisi meningkat hampir tiga kali lipat, Terikat Janji, menjadi drama nomor satu di televisi Indonesia, masuk jajaran Top 10 Netflix Indonesia selama 17 minggu, serta mencatat lebih dari enam miliar tayangan di media sosial. Pada saat yang sama, posisi RCTI di slot prime time meningkat dari peringkat keenam menjadi peringkat kedua hanya dalam lima bulan.
Menurut Angela, keberhasilan tersebut menunjukkan nilai sebuah IP tidak berhenti pada performa konten, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih besar bagi brand. Ketika sebuah cerita berhasil membangun perhatian publik, merek yang hadir di dalamnya memperoleh relevansi yang lebih kuat sehingga mendorong peningkatan minat pencarian search interest, keterlibatan audiens, hingga permintaan pasar. Dengan kata lain, distribusi memang membawa audiens menemukan sebuah konten, tetapi IP yang kuat membuat mereka memilih untuk tetap bertahan.