Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, BGN Jamin Kualitas Layanan Tetap Optimal
Terhitung sampai dengan 24 Mei 2026, inisiatif MBG dilaporkan telah menyentuh sedikitnya 62,4 juta penerima manfaat melalui dukungan 29.225 SPPG di berbagai daerah. Pemerintah memberikan jaminan bahwa program bakal tetap berjalan maksimal sekalipun terdapat penyesuaian efisiensi pada pos-pos operasional tertentu.
Dalam pandangan Nanik, langkah efisiensi anggaran ini justru dipandang sebagai momentum krusial guna meningkatkan kualitas eksekusi program agar lebih berdaya guna serta akurat bagi kalangan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan.
“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” kata Nanik.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah tengah melakukan langkah penghematan terukur terhadap alokasi anggaran program unggulan MBG. Kebijakan efisiensi ini diambil sebagai bagian dari strategi penataan ulang manajemen belanja program agar menjadi jauh lebih tepat sasaran.
Purbaya memaparkan, pagu anggaran MBG untuk tahun ini disesuaikan menjadi Rp268 triliun untuk sementara waktu. Angka tersebut terpangkas dari target alokasi awal yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp335 triliun.