Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Di Depan Pengusaha AS, Prabowo Cerita Kesuksesan MBG hingga Komitmen Berantas Korupsi
Advertisement . Scroll to see content

Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Mendikdasmen Pastikan Tak Dipangkas untuk Program MBG

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:36:00 WIB
Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Mendikdasmen Pastikan Tak Dipangkas untuk Program MBG
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan Program MBG sama sekali tidak memangkas anggaran pendidikan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jatim, Surabaya, Kamis (19/2/2026). (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan anggaran pendidikan tahun 2026 meningkat. Anggaran di kementeriannya tidak berkurang sepeser pun dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak memangkas anggaran pendidikan.

"Anggarannya malah lebih besar setelah ada MBG, karena akan ditambah Presiden. Makanya Kemendikdasmen mengajukan ABT (Anggaran Biaya Tambahan)," kata Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (19/2/2026). Anggaran Biaya Tambahan (ABT) merupakan alokasi tambahan dalam APBN tahun berjalan yang bersifat mendesak.

Mu'ti kemudian membandingkan sejumlah anggaran Kemendikdasmen pada 2025 dan 2026. Pada 2025, Kemendikdasmen memperoleh alokasi Rp16,9 triliun untuk revitalisasi satuan pendidikan yang diterapkan pada 16.176 satuan pendidikan. Hingga kini, pembangunan yang telah selesai 100 persen mencapai 93 persen.

Program kedua adalah digitalisasi pendidikan. Kemendikdasmen telah memberikan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID) kepada 288.860 satuan pendidikan. IFP merupakan teknologi pembelajaran interaktif yang digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan LMS dan sumber belajar digital.

Kemendikdasmen juga telah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan untuk 2026. Saat ini anggaran yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai lebih dari Rp14 triliun dan akan dialokasikan untuk lebih dari 11.000 satuan pendidikan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya saat peringatan Hari Guru menyampaikan akan ada tambahan anggaran revitalisasi untuk 60.000 satuan pendidikan. "Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan, tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan," ujarnya.

Presiden juga mengatakan setiap satuan pendidikan akan mendapat tambahan dua hingga tiga unit IFP. "Tahun 2026 kita akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu satuan pendidikan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, dan SMA juga tidak dikurangi. PIP merupakan bantuan sosial berupa dana pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu untuk mendukung biaya sekolah, seperti pembelian buku, perlengkapan sekolah, biaya ekstrakurikuler, dan kebutuhan pendidikan lainnya.

Sasaran PIP mencakup peserta didik jenjang SD hingga SMA atau sederajat, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB). "Untuk 2026 ini ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450.000 per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia," kata Mu’ti.

Anggaran pelatihan guru juga disiapkan untuk meningkatkan kapasitas pendidik tahun ini. Tahun ini, Kemendikdasmen juga mengalokasikan beasiswa untuk guru yang belum D4 atau S1 sebanyak 150.000 guru, dengan alokasi beasiswa Rp3 juta per semester.

Mendikdasmen juga menegaskan anggaran pendidikan akan digunakan untuk membayar tunjangan guru, termasuk guru P3K. "Tunjangannya akan kami berikan sesuai dengan pengajuan yang kami sampaikan kepada Bapak Presiden," ujarnya.

"Intinya pendidikan anggarannya naik?" tanya Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk menegaskan pernyataan tersebut.

"Alhamdulillah (anggaran pendidikan) naik. Dan ini menunjukkan bahwa sebenarnya perhatian Bapak Presiden terhadap pendidikan itu sangat besar, anggarannya masih signifikan," jawab Mu’ti.

Dia menambahkan, saat ini 43 juta penerima manfaat MBG merupakan murid sekolah. Program tersebut, menurutnya, turut mendukung upaya Kemendikdasmen dalam membangun semangat belajar dan penguatan karakter peserta didik. "Juga mendukung program kami yang ketujuh, Indonesia hebat, yaitu makan makanan sehat dan bergizi," ujarnya.

Menurut Mu’ti, Kemendikdasmen tetap memiliki alokasi besar untuk peningkatan mutu pendidikan. "Tidak ada pengurangan dana dari pemerintah untuk peningkatan kualitas Pendidikan," tegasnya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut