Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Memanas! Dirut BPJS Kesehatan Tantang Anggota DPR saat Ditanya soal Data PBI Dinonaktifkan
Advertisement . Scroll to see content

Anggota Komisi IX DPR Protes Dokter Reisa Tak Masuk Satgas Covid-19

Kamis, 27 Agustus 2020 - 17:54:00 WIB
Anggota Komisi IX DPR Protes Dokter Reisa Tak Masuk Satgas Covid-19
Dokter Reisa
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay protes kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasiona (PEN) karena dokter Reisa Broto Asmoro tidak lagi masuk dalam struktur Satgas Penanganan Covid-19. Padahal menurutnya, Reisa bisa meningkatkan imunitas saat menonton laporan Satgas setiap hari.

Hal ini disampaikan Saleh dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Awalnya Saleh protes karena tidak adanya pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Satgas Penanganan Covid-19 selain Menkes Terawan Agus Putranto.

Dia juga protes karena Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Yuri) didepak dari Satgas Covid-19 yang baru dibentuk. "Dari organisasi satgas dulu, tadi dikutip sama beberapa anggota soal dihilangkannya orang Kemenkes dari satgas, sekarang dimasukkan setelah dikritik, setelah ribut sana-sini. Beberapa (orang) saya telepon, Pak Yuri, Pak Menkes saya bisikin, Pak Sekjen (Sekretaris Jenderal) Kemenkes saya bisikin juga, seakan-akan Pak Yuri dipecat dari gugus tugas, dulu kan di gugus tugas, setelah berganti Satgas enggak ada namanya," kata Saleh.

Pelaksana harian (Plh) Ketua Fraksi PAN ini bingung kenapa orang Kemenkes dicopot dari organisasi penanganan kesehatan di Indonesia. Sedangkan Menkes, yang awalnya tidak masuk, sekarang ditunjuk menjadi wakil Satgas.

Saleh menilai, kehadiran menkes di Satgas hanya pada tataran kebijakan, sementara implementasi dan teknis tidak ada orang dari Kemenkes. "Namun, sekarang namanya sudah masuk, semoga bisa memperkuat," ucapnya.

Kemudian, Saleh juga memprotes tidak adanya dr Reisa Broto Asmoro dalam Satgas Covid-19. Menurutnya, hal itu menyebabkan berkurangnya keseriusan masyarakat dalam melihat laporan dan edukasi Satgas yang ditayangkan di televisi setiap hari.

Reisa juga dianggapnya mampu meningkatkan imunitas. "Apalagi dr Reisa. dr Reisa ternyata enggak masuk lagi, ini menurunkan keseriusan masyarakat untuk menonton, kalau ada Reisa itu setidaknya dapat meningkatkan imunitas," ujarnya.

Saleh pun mendapatkan protes dari anggota perempuan Komisi IX DPR. Lalu Saleh menjawab protes itu.

"Bu Arzetti (Arzetti Bilbina Fraksi PKB) jangan terlalu lama memprotes, ini saya udah lama nunggunya, ada Bu Krisdayanti (Fraksi PDIP), lagunya selalu teringat ‘menghitung hari’, karena kelamaan bicaranya jadi keburu pulang Pak Erick Thohir, saya pengagum Pak Erick Thohir biar langsung disampaikan ke pak Jokowi," katanya.

"Bukan Pak Yuri, tapi lembaganya, jangan sampai ditinggalkan Kemenkes untuk urusan kesehatan tidak ada orang Kementerian Kesehatan di situ, kan aneh," ujarnya.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut