Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London: Merdeka!
Dalam pidato singkat berbahasa Inggris setelah menerima penghargaan, Anies mengaitkan makna Freedom of the City of London dengan gagasan mengenai tanggung jawab negara kepada warganya.
“Di negara saya, sepanjang hidup saya berpendapat bahwa republik bukanlah sebuah harapan. Republik adalah sebuah janji. Para pendiri bangsa kami tidak menulis ‘kami berharap’. Mereka menulis ‘kami akan’: melindungi setiap warga negara, mencerdaskan setiap anak, menghadirkan kesejahteraan bagi semua. Janji adalah utang,” ujarnya.
Anies juga menyoroti kemajemukan London dan Indonesia. Menurut dia, kedua wilayah memiliki keberagaman yang perlu diiringi upaya menjaga persatuan.
“Lebih dari tiga ratus bahasa dituturkan di London. Tujuh ratus bahasa dituturkan di Indonesia, dan sebagian besar bertemu di Jakarta. Kita sama-sama tahu bahwa kebinekaan adalah karunia Tuhan, dan persatuan adalah hasil kerja tangan manusia,” ungkapnya.
Dia berharap penghargaan tersebut bisa menjadi sarana memperluas hubungan dan pertukaran pengetahuan antara kedua negara, terutama melalui kerja sama antarkota.