Anies Ingin IPAL Krukut Jadi Kawasan Edukasi dan Hiburan

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 09 Desember 2019 - 05:30 WIB
Anies Ingin IPAL Krukut Jadi Kawasan Edukasi dan Hiburan

Gubernur Anies Baswedan saat menghadiri peletakan batu pertama Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Krukut, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja melakukan ground breaking alias peletakan batu pertama pembangunan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Krukut, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019). Menurut rencana, fasilitas IPAL itu juga dilengkapi dengan fasilitas edukasi dan hiburan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, IPAL itu nanti menjadi wadah pembelajaran bagi siapa pun, baik pelajar maupun petugas limbah lainnya untuk belajar dari proses awal hingga akhir. “Fasilitas ini dirancang dari awal, agar desainnya memudahkan untuk jadi tempat belajar sehingga masyarakat baik para pelajar maupun pengelola limbah dr kota lain bisa menyaksikan proses yang terjadi disini,” kata Anies di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, kawasan tersebut bakal disulap menjadi kawasan yang sangat edukatif. Dengan begitu, fasilitas IPAL itu tak cuma cocok bagi masyarakat umum yang sekadar datang melihat-lihat, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk penelitian.

“Jadi nanti ada jalur-jalur dan tempat yang dibuka untuk umum sehingga mereka bisa menyaksikan proses dan urutannya bukan hanya proses di dalam instalasi. Jadi, dari rumah tangga insustri kembali ke alam dan ini adalah fasilitas yg disiapkan untuk mengolah itu,” tuturnya.

IPAL Krukut adalah IPAL dengan teknologi paling mutakhir di Indonesia dan akan dirancang sebagai tempat pembelajaran. IPAL Krukut berteknologi moving bed biofilm reactor (MBBR) yakni reaktor yang memanfaatkan mikrob yang tumbuh di permukaan media tertentu kemudian membentuk lapisan film yang berfungsi sebagai semacam filter untuk air limbah. Teknologi MBBR berkapasitas 250 liter per detik.

“Jika ini menjadi fasilitas pendidikan akan membuat kesadaran publik bahwa ini harus dikerjakan awal, insya Allah kota lain bisa memanfaatkan,” ucap mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil