Anies Sindir Balik Prabowo, Gerindra Tak Tinggal Diam
"Kita ingin menang, tapi kita juga harus siap kalah, kalau mau belajar kalah belajar dari Prabowo Subianto. Lima kali pemilihan empat kali kalah, PKS ikut-ikut lagi, dua kali dukung gue dua kali kalah. yang gue menang lu gak dukung lagi hahaha," kata dia.
Prabowo kembali menegaskan dalam menjalani demokrasi harus dewasa. Setelah menjalani pemilihan umum, maka masyarakat harus bersatu.
"Jadi saudara-saudara, kita harus demokrasi yang dewasa, siapa presiden, siapa wakil presiden, yang penting siapa pun kita bersatu bekerja untuk bangsa dan negara," ucapnya.
Sementara itu, Anies saat menjadi pembicara kunci alias keynote speaker dalam Dialog Kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025) lalu menyoroti kabinet Prabowo. Dia mengatakan, jabatan publik saat ini diberikan kepada seseorang dengan mempertimbangkan koneksi, alih-alih kompetensi.
Dia pun menekankan Indonesia tidak akan bisa maju apabila jabatan publik diberikan kepada orang yang tidak berkompetensi.
“Banyak tanggung jawab publik hari ini diberikan bukan karena kompetensi, tapi karena koneksi. Kalau begini, kapan negeri ini bisa maju kalau tugas-tugas publik diberikan kepada orang-orang yang kompetensinya tidak nyambung, bahkan di bawah standar,” ujar Anies.
Dia menegaskan, integritas harus menjadi kunci dalam sistem politik. Menurut dia, kebijakan yang mengedepankan rasa keadilan akan muncul seiring integritas yang dikedepankan.