Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rapimnas Kadin 2025, Anindya Bakrie Dorong Pemberdayaan UMKM Jadi Fokus Utama
Advertisement . Scroll to see content

Anindya Bakrie Soroti Tingginya Angka Pengangguran Masyarakat Usia Muda

Senin, 01 Desember 2025 - 15:27:00 WIB
Anindya Bakrie Soroti Tingginya Angka Pengangguran Masyarakat Usia Muda
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dalam Rapimnas Kadin Indonesia 2025 di Park Hyatt Jakarta, Senin (1/12/2025). (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyoroti tingginya tingkat pengangguran, terutama di kalangan masyarakat usia muda. Hal ini disampaikan Anindya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2025 di Park Hyatt Jakarta, Senin (1/12/2025).

Anindya menyebut, meski kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih baik dibanding periode krisis sebelumnya, masih terdapat tantangan serius yang harus dihadapi. 

Salah satunya adalah tingkat pengangguran nasional yang berada di 4,85 persen, di mana 17 persen di antaranya berasal dari kelompok usia muda.

"Kita percaya dan optimis bahwa keadaan sekarang jauh lebih baik daripada keadaan-keadaan sebelumnya. Tapi pengangguran memang masih ada di kisaran 4,85 persen, dan 17 persen itu datang dari usia muda, 16-24 tahun," ujar Anindya.

Dia turut menyoroti rasio ICOR Indonesia yang mencapai 6,3, lebih tinggi dibanding Vietnam (4,6), Thailand (4,4), maupun Malaysia. Rasio ICOR yang tinggi menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan investasi masih perlu ditingkatkan.

“Ini yang akan kita coba gerakkan bersama-sama dalam pembenahan regulasi untuk memastikan setiap dolar investasi bisa lebih efektif,” ucapnya.

Selain itu, Anindya menegaskan bahwa 69 persen tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor berproduktivitas rendah, termasuk sektor informal. Kondisi ini membuat upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 6-8 persen menjadi semakin menantang.

“Hal-hal ini yang menyebabkan good is not good enough. Jadi kita mesti kerja lebih keras untuk menghasilkan apa yang diinginkan oleh Pak Presiden mencapai 8 persen. Tapi bukan hanya mencapai, tapi pemerataan juga terjadi, kesejahteraan terjadi," kata dia.

Anindya menegaskan, pemberdayaan UMKM harus menjadi fokus utama Kadin. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan ekonomi Indonesia tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Sekarang bagaimana di Kadin fokusnya ke mikro ekonomi," tuturnya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut