Apa Itu Sandwich Generation? Ini Pengertian, Dampak, Penyebab dan Cara Menghadapinya
JAKARTA, iNews.id - Apa itu sandwich generation menjadi salah satu pertanyaan yang banyak dibicarakan di masyarakat. Bagaimana tidak, fenomena ini banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sandwich generation adalah sebuah fenomena dimana seseorang harus menghidupi tiga generasi dari keluarganya yaitu orang tua, anak, dan dirinya sendiri. Berdasarkan penelitian demografis, ada sekitar 47 persen orang dewasa dengan rentang usia 40-50 tahun yang terjebak dalam generasi ini.
Mereka merasa terhimpit oleh kebutuhan dari orang tua dan anak-anaknya sendiri. Di Indonesia, sandwich generation cukup umum ditemui. Dari data dari BP pada 2017, sebanyak 77,82 persen keluarga ditopang oleh anggota keluarga yang bekerja, dan hanya sekitar 7 persen yang mampu menghidupi dirinya sendiri lewat uang pensiun atau hasil investasi.
Setelah mengetahui apa itu sandwich generation, dampak dari sandwich generation tentu tidak kalah penting untuk kita ketahui. Beberapa di antaranya yaitu:
Carol Abaya, seorang Aging and Elder Care Expert (dalam Hoyt, J., 2021) mengklasifikasikan sandwich generation menjadi tiga jenis, yakni sebagai berikut:
Masih belum mengerti apa itu Sandwich Generation? Banyak hal yang dapat menjadi penyebab lahirnya sandwich generation. Di antaranya orang tua yang berumur panjang namun tidak produktif, atau anak yang terlambat mencapai kemandirian finansial.
Apabila ada yang terjebak di situasi tersebut, bisa jadi di masa depannya ia akan menjadi generasi sandwich. Beban yang dialami sandwich generation membuat mereka kesulitan untuk menyiapkan dana pensiun.
Oleh karena itu, ketika sudah tua dan tidak produktif lagi, mereka terpaksa untuk hidup bergantung kepada anaknya. Hal inilah yang disebut dengan “Siklus Lingkaran Sandwich Generation” (Fauziyah, Z. P., 2021).
Jadi, sudah tahu kan apa itu sandwich generation? Semoga kita semua bisa terhindar dan keluar dari fenomena tersebut, serta mandiri secara finansial. Semangat!
Editor: Puti Aini Yasmin