Apa yang Terjadi Setelah Paus Fransiskus Meninggal Dunia? Simak Penjelasan Ini
Setelah pengumuman kematian, apartemen pribadi Paus Fransiskus akan segera disegel untuk menjaga kesucian dan privasi. Salah satu tradisi penting yang dilakukan adalah penghancuran Cincin Nelayan (Fisherman’s Ring), cincin khas yang dipakai Paus sebagai simbol otoritasnya. Kepala Rumah Tangga Kepausan akan mematahkan cincin tersebut sebagai tanda berakhirnya masa kepausan Paus Fransiskus.
Gereja Katolik akan memasuki masa berkabung selama sembilan hari yang dikenal dengan istilah novemdiales. Dalam masa ini, umat Katolik di seluruh dunia diimbau untuk mendoakan arwah Paus Fransiskus dan mengenang jasa-jasanya sebagai pemimpin spiritual. Selama masa ini, berbagai misa dan doa khusus akan diadakan di Vatikan dan gereja-gereja di seluruh dunia.
Pemakaman Paus biasanya dilakukan di Basilika Santo Petrus, namun Paus Fransiskus telah menyatakan keinginannya untuk dimakamkan secara sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma. Ia memilih peti kayu sederhana tanpa lapisan emas atau perak, mencerminkan gaya hidupnya yang sederhana dan rendah hati. Pemakaman akan dihadiri oleh para kardinal, uskup, pejabat Vatikan, tokoh agama, dan pemimpin dunia.
Setelah wafatnya Paus, masa Sede Vacante dimulai, yang berarti tahta kepausan kosong. Selama masa ini, tidak ada keputusan besar yang dapat diambil oleh Vatikan. Tugas administrasi sehari-hari akan dipegang oleh Kardinal Camerlengo, yang bertanggung jawab menjaga kelangsungan operasional Vatikan tanpa mengambil keputusan strategis. Masa ini berlangsung hingga terpilihnya Paus baru.
Konklaf adalah pertemuan tertutup para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun untuk memilih Paus baru. Konklaf biasanya dimulai sekitar dua minggu setelah kematian Paus, memberi waktu bagi para kardinal dari seluruh dunia untuk berkumpul di Vatikan. Konklaf berlangsung di Kapel Sistina dengan aturan ketat dan pengamanan tinggi agar proses pemilihan berjalan rahasia dan bebas pengaruh luar.
Para kardinal akan melakukan serangkaian pemungutan suara hingga salah satu kandidat mendapatkan dua pertiga suara plus satu suara. Setelah terpilih, paus baru akan diminta menerima jabatan dan memilih nama kepausan yang akan digunakannya.