Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kepala Bappisus Ungkap URI bakal Fokus ke STEM hingga Kedokteran
Advertisement . Scroll to see content

Aries Marsudiyanto: Stabilnya Harga BBM hingga Pangan di Indonesia Bukti Kebijakan Presiden Prabowo Efektif

Minggu, 02 Agustus 2026 - 11:02:00 WIB
Aries Marsudiyanto: Stabilnya Harga BBM hingga Pangan di Indonesia Bukti Kebijakan Presiden Prabowo Efektif
Kepala BAPPISUS RI, Aries Marsudiyanto. (Foto: BAPPISUS RI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BAPPISUS) RI, Aries Marsudiyanto, menilai stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok di Indonesia di tengah gejolak ekonomi global merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang tepat.

Menurut Aries, berbagai negara mengalami lonjakan harga energi, listrik, hingga pangan sepanjang periode 1 Januari hingga 1 Agustus 2026. Namun, Indonesia mampu menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas strategis yang paling banyak digunakan masyarakat.

"Di tengah gejolak harga dunia akibat konflik di Timur Tengah dan tekanan ekonomi global, harga kebutuhan dasar masyarakat Indonesia tetap terjaga. Ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan Presiden Prabowo yang berorientasi pada perlindungan daya beli rakyat," kata Aries dalam keterangannya, kepada iNews.id, Sabtu (2/8/2026).

Aries memaparkan, harga Pertalite di Indonesia tetap bertahan di Rp10.000 per liter, sementara di sejumlah negara mengalami kenaikan signifikan. Nigeria, misalnya, mencatat kenaikan harga bensin hingga 45,9 persen, Amerika Serikat naik 44,9 persen, Laos 33,2 persen, Kamboja 19,1 persen, dan Inggris 16,8 persen.

Grafis perbandingan harga BBM di sejumlah negara dengan Indonesia. (Foto: iNews.id)
Grafis perbandingan harga BBM di sejumlah negara dengan Indonesia. (Foto: iNews.id)

Kondisi serupa juga terjadi pada LPG rumah tangga. Indonesia mempertahankan harga LPG subsidi 3 kilogram sebesar Rp19.000 per tabung di pangkalan resmi, sementara Nigeria mengalami kenaikan hingga 79 persen, Bangladesh 38,6 persen, Filipina 25 persen, India 10,4 persen, dan Pakistan 9,9 persen.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut