Asli Buatan Indonesia, Ini Spesifikasi Senapan dan Pistol yang Diberikan Prabowo untuk Pangeran MBZ
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto memberikan beberapa cendera mata kepada Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohamed bin Zayed Al Nahyan (Pangeran MBZ) saat keduanya bertemu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis (17/3/2022). Ada tiga cendera mata yang diketahui asli buatan Indonesia.
Cendera mata yang diberikan kepada Pangeran MBZ antara lain senapan SS2-V5 bertuliskan nama Pangeran MBZ dalam bahasa Arab dan pistol G2 Elite berlapis emas yang merupakan buatan PT Pindad. Kemudian ada sebilah keris tradisional yang berasal dari Bali.
Sebagai Informasi, senapan varian SS2 dengan laras yang diperpendek. SS2-V5 menggunakan laras dengan panjang 255 mm yang dapat menembak dengan efektif sampai dengan jarak 200 meter dengan berat kosong 3,35 kg dan berat isi 3,71 kg.
"SS2-V5 memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi serta cocok untuk digunakan dalam berbagai skenario pertempuran jarak dekat," dikutip dalam laman resmi Pindad.com, Sabtu (19/3/2022).
Sedangkan pistol G2 Elite merupakan salah satu pistol produksi PT Pindad dengan kaliber 9 x 19 mm parabellum. Pistol ini memiliki magazine yang mampu untuk menampung 15 butir peluru.
"Pistol ini memiliki keunggulan berupa pisir belakang yang bersifat adjustable. Dengan panjang laras 5 inchi, akurasi yang dihasilkan tidak dapat diragukan," ujarnya.
Sebelumnya, Menhan Prabowo Subianto disambut hangat oleh Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) kediaman pribadi Pangeran MBZ, Abu Dhabi Kamis (17/3/2022).
Terlihat Menhan Prabowo yang mengenakan jas resmi berwarna biru tua disambut dengan hangat oleh Pangeran MBZ dengan pakaian Arab kebesarannya. Suasana menyenangkan juga terlihat dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas terkait kerja sama antar kedua negara khususnya pada bidang pertahanan dan pendidikan. Hal ini Berkaitan dengan Memorandum of Understanding (MoU), yaitu kerja sama antara Indonesia dengan Abu Dhabi sejak ditandatangani Februari 2020 lalu di Abu Dhabi.
Editor: Rizal Bomantama