Atasi Kemiskinan, Ketua DPP PKB Ida Fauziyah Sodorkan 4 Terobosan
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP PKB, Ida Fauziyah mengatakan, ada empat hal yang harus dilakukan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Menurutnya, hal ini menjadi salah satu tema yang akan dibahas dalah Muktamar PKB pada 20 Agustus mendatang.
“Salah satu tema Muktamar PKB yang akan diselenggarakan pada 20 Agustus adalah pembelaan terhadap mustaz’afin (golongan tidak mampu). Kalau dulu slogannya PKB Membela yang benar, tetapi membela yang benar saja tidak cukup, kita akan melengkapinya dengan membela mustaz'afin,” ungkapnya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) “Refleksi Kebiakan Pengentasan Kemiskinan” yang diselenggarakan Fraksi PKB DPR di Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Menurut Ida, mustaz'afin memang sepertinya terbaca sebagai terminologi agama. Tetapi sesungguhnya terminologi ini bisa diterjemahkan bukan hanya seseorang yang lemah, tetapi mereka yang dilemahkan secara struktural. “Jadi kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia membela yang lemah itu tidak cukup, tetapi ada proses yang terstruktur yang memang menjadi lemah,” ujarnya.
Mantan Ketua Fraksi PKB DPR ini bersyukur atas kenaikan jumlah kursi anggota PKB di parlemen. Namun, menurut Ida, hal tersebut harus berdampak signifikan terhadap problem dasar masyarakat, terlebih yang kategori mustaz'afin.
“Jadi (anggota FPKB) bagaimana menterjemahkan, tasorroful imam 'ala ro'iyyah manutun bil maslahah (kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya bergantung pada kemaslahatan). Bagaimana men-tasarruf-kan, bagaimana mendistribusikan kekuasaaan itu memberikan dampak pada kemaslahatan bagi masyarakat,” papar mantan Cawagub Jateng ini.
Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) ini mengaku sedang menyosialisasikan konsep keluarga maslahah, yaitu keluarga yang di dalamnya berisi anak-anak yang salih, orang tua yang salih dan salihah.
Kemudian keluarga itu tercukupi ekonominya dengan rezeki yang halal dan bisa membangun kebaikan bagi keluarganya dan bagi lingkungannya. "Jadi konsep ini sesungguhnya ingin meletakan bahwa keluarga itu adalah bagian penting dari kita untuk merubah sosial masyarakat. Kemiskinan itu basisnya dimana, di keluarga kan?" ujarnya.