Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Dukung Bamsoet Jadi Ketum

Felldy Utama ยท Rabu, 11 September 2019 - 14:35 WIB
Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar Dukung Bamsoet Jadi Ketum

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima dukungan dari Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendapat kado spesial di hari ulang tahunnya yang ke-57. Kado tersebut datang dari Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar yang menyatakan dukungan kepada Bamsoet untuk menjadi Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar 2019-2024.

Dukungan untuk Bamsoet disampaikan Juru Bicara Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar TB Uuy Faisal Hamdan. Badan Advokasi dan HAM, kata dia, akan mengawal perjalanan Bamsoet menuju pemimpin Golkar.

"Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar akan mengawal dan menjadi garda terdepan dalam membela Tim Pemenangan Bamsoet For Golkar 1 dari berbagai upaya intimidasi dan kriminalisasi dari pihak lain sehingga tim tak perlu takut atau khawatir," ujar TB Uuy Faisal Hamdan kepada wartawan, Rabu (11/09/19).

Selain dia, turut menjadi deklarator antara lain Amriyati Amin, Apriliana, Irfan Nasution, Firman Mulyadi, Janter Manurung, dan Iskandar Hasibuan. Selain itu, Irwansyah Putra, Asrin Manurung, Juanda Wahid, Apriyanto, Toni Sitompul, Anwarsyah Tarigan, Mahfudin, Andrew Simatupang, dan Peryogi.

BACA JUGA: Kunjungi Kediaman Ma'ruf Amin, Ini yang Dibicarakan Bamsoet

Uuy menjelaskan, Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar akan menginstruksikan jajaran pengurus di tingkat DPD 1 untuk bahu membahu dan bekerja sama dalam memenangkan Bamsoet menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar 2019-2024. Selain itu kerja sama sekaligus untuk memberikan advokasi manakala ada yang menerima perlakuan tidak adil dari DPP Partai Golkar.

Uuy mengatakan, menjelang penyelenggaraan musyawarah nasional, tidak menutup kemungkinan DPP Partai Golkar memainkan politik gunting tali, yaitu memecat ataupun memberikan intervensi dan intimidasi terhadap pengurus daerah yang tidak mendukung Airlangga Hartarto.

”Badan Advokasi Hukum dan HAM tidak akan tinggal diam. Kta akan berikan advokasi kepada pengurus daerah yang mengalami nasib seperti itu, sehingga DPP tidak bisa semena-mena," kata dia.

Uuy menegaskan, dalam menggalang dukungan untuk kemenangan Bamsoet menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024, Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar akan fokus pada penggunaan cara-cara bermartabat. Mereka tidak akan menggunakan politisi agama ataupun melanggar peraturan perundangan.

"Prinsip kami, menang terhormat dengan kemenangan yang tinggi tanpa harus merendahkan. Menang bermartabat dengan kemenangan yang besar tanpa harus mengecilkan. Menang terpuji dengan kemenangan yang diberkahi oleh Allah SWT," ucapnya.

Bamsoet mengucapkan terima kasih atas dukungan tulus yang disampaikan pengurus Badan Advokasi Hukum dan HAM. Sekaligus mengajak seluruh kader Partai Golkar bersatu padu merapatkan barisan demi kemajuan Partai Golkar.

"Dukungan ini saya terima dengan syarat kita harus kompak. Bukan demi saya pribadi, melainkan demi kemajuan Partai Golkar. Ini bukan tentang saya menjadi ketua umum, melainkan tentang bagaimana mempersiapkan nasib Partai Golkar lima tahun ke depan," kata Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar ini.


Editor : Zen Teguh