Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa NTT Tewaskan 6 Orang di Manggarai Timur, Warga Masih Mengungsi di Gunung
Advertisement . Scroll to see content

Badan Geologi Ungkap Penyebab Guncangan Gempa Besar M7,7 di NTT Terasa Kuat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:38:00 WIB
Badan Geologi Ungkap Penyebab Guncangan Gempa Besar M7,7 di NTT Terasa Kuat
Badan Geologi menyebut wilayah di sekitar episentrum gempa bumi M7,7 di timur laut Nagekeo, NTT memiliki morfologi yang beragam. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Berdasarkan data tapak lokal Vs30, kawasan sekitar episentrum gempa terklasifikasi dalam beberapa kelas tanah, yakni Kelas Tanah C yang merupakan tanah sangat padat atau batuan lunak, Kelas Tanah D atau tanah sedang, serta Kelas Tanah E atau tanah lunak.

Dia menjelaskan, keberadaan kelas tanah yang lebih lunak dapat menyebabkan guncangan gempa terasa lebih intens di permukaan. 

"Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens," tuturnya.

Selain faktor kondisi geologi, gempa tersebut diketahui memiliki mekanisme sesar naik yang berasosiasi dengan Zona Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Badan Geologi menyatakan wilayah tersebut termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi.

Guncangan gempa tercatat dirasakan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan. Berdasarkan informasi BMKG, intensitas guncangan mencapai IV-V MMI di Ruteng dan Ende, Labuan Bajo, Maumere, serta Sumba Timur.

Sementara itu, Kota Bima dan Kabupaten Dompu mengalami guncangan dengan intensitas V MMI. Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang dan waspada dengan mengikuti arahan BPBD setempat. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan, mematuhi rambu serta jalur evakuasi, dan mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat juga diimbau menghindari area tebing yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama ketika kondisi hujan, serta tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa maupun tsunami yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut