Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengamat Kepolisian ISESS Sebut Tersangka Penyadapan Presiden Bisa Bertambah, Siapa Lagi?
Advertisement . Scroll to see content

Bahlil Bersama Dewan Jenderal Sadap Prabowo? Golkar: Sumbernya Tak Jelas

Jumat, 06 November 2026 - 22:49:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji membantah Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia terlibat dalam kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret 'Dewan Jenderal' atau sejumlah jenderal polisi. Pernyataan ini merespons isu yang beredar bahwa Bahlil terlibat dalam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Dia menilai, kabar burung yang tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya tidak perlu direspons.

"Sesuatu yang tidak kita, tidak bisa dikonfirmasi, sebenarnya tidak perlu dihiraukan," ujar Sarmuji di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).

Sarmuji mencontohkan, spekulasi miring pernah menimpa Bahlil beberapa waktu lalu. Salah satunya, isu penganiayaan terhadap perempuan yang diduga dilakukan oleh ketua umum partai besar.

"Padahal partai besar itu kan, kalau kita boleh ngomong ada tiga saja. PDIP pemenang pemilu, Partai Golkar nomor dua, Partai Gerindra nomor tiga. Kalau ketua umum partai besar yang menganiaya pacarnya itu, harusnya satu dari tiga itu, ya," ucap Sarmuji.

"Tapi ternyata ketua umum siapa yang melakukan penganiayaan terhadap pacarnya? Kan nggak mungkin Bu Mega menganiaya pacarnya, kan. Pak Prabowo apalagi, nggak mungkin. Yang kemungkinan waktu itu spekulasinya kan ketua umum Partai Golkar, partai besar. Ternyata kan hoaks," tambahnya.

Menurut Sarmuji, penganiayaan terhadap kekasih tersebut ternyata dilakukan oleh ketua umum partai kecil yang tidak lolos ke parlemen. Dia menilai, isu keterlibatan Bahlil dalam perkara penyadapan ini serupa dengan informasi hoaks terkait penganiayaan kekasih yang sempat menyeret nama ketua umum partai tersebut.

"Nah, sekarang jangan-jangan juga gitu, partai besar. Partai besarnya siapa, kita nggak tahu. Dan sebenarnya hal yang seperti itu diskip saja, karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi," kata Sarmuji.

Editor: Adhenda Madarina Idzni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut