Bahlil Ungkap Alasan Belum Teken Kesepakatan Jaringan Listrik ASEAN
Dia menyebut, Indonesia terbuka bekerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk dalam perdagangan listrik. Bahlil bahkan tidak mempermasalahkan jika negara tetangga ingin membeli atau mengimpor listrik dari Indonesia.
Namun, dia menekankan kerja sama energi harus dibangun berdasarkan prinsip saling menghargai dan memberikan manfaat bagi masing-masing negara.
"Kita pingin untuk berkawan kepada semua orang. Tetapi perkawanan itu harus dimaknai sebagai bentuk etika baik, dengan saling menghargai," tuturnya.
Di sisi lain, Bahlil menegaskan Indonesia tetap mendorong kolaborasi energi dengan negara-negara ASEAN maupun dunia. Menurut dia, tidak ada negara yang dapat membangun sektor energi secara mandiri tanpa membutuhkan kerja sama dengan negara lain.
"Tidak ada sebuah negara hebat tanpa ada kolaborasi. Kita harus berkolaborasi. Kolaborasi sama Asia Tenggara, sesama ASEAN, sesama dunia," ucapnya.
Dia menilai, integrasi energi kawasan melalui ASEAN Power Grid dapat menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. Namun, kerja sama itu harus memberikan manfaat yang seimbang bagi seluruh pihak.
Editor: Aditya Pratama