Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pensiun dari MK, Arief Hidayat: Saya Sedih kalau MK Teraniaya
Advertisement . Scroll to see content

Bambang Widjojanto Nyaris Diusir Hakim MK saat Membela Saksi di Ruangan Sidang

Rabu, 19 Juni 2019 - 16:55:00 WIB
Bambang Widjojanto Nyaris Diusir Hakim MK saat Membela Saksi di Ruangan Sidang
Ketua tim hukum Capres Cawapres Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto. (Foto: Antara).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua tim hukum Capres Cawapres Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto nyaris diusir oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dari ruang persidangan perkara sengketa hasil pilpres. Peristiwa itu terjadi saat hakim MK memeriksa saksi fakta kedua yang dihadirkan tim hukum Prabowo-Sandi, yaitu Idham Amiruddin.

Awalnya, anggota Hakim MK, Arief Hidayat mempertanyakan posisi Idham ketika Pilpres 2019. Idham langsung menjawab pertanyaan Arief.

"Saya di kampung pak," kata Idham di ruangan sidang MK, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Arief kemudian melontarkan pertanyaan, apakah keterangan yang akan disampaikan oleh Idham terkait kesaksian di kampungnya. "Berarti kalau anda di kampung, yang jelaskan DPT di kampung anda?" tanya Arief.

Namun, Idham menepis pertanyaan Arief dengan mengatakan akan memberikan keterangan mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda di seluruh secara nasional. "Seluruh Indonesia. Saya dapatkan DPT dari DPP Gerindra saat saya di Jakarta," ucapnya.

Arief menilai, jika Idham mengaku dari kampung, maka seharusnya bisa memberikan keterangan terkait kondisi DPT di kampungnya, bukan skala nasional. Namun, penilaian Arief itu mengundang reaksi dari Bambang Widjojanto.

"Majelis, mohon maaf saya di kampung tapi saya bisa mengakses dunia melalui kampung pak. Bapak sudah men-judgement seolah-olah orang kampung tidak tahu apa-apa juga tidak benar," kata mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang biasa disapa BW itu saat menyela pernyataan Arief di dalam persidangan.

Tak ingin berdebat, Arief kemudian meminta BW diam. Namun, BW terus meminta kepada Hakim MK memberikan kesempatan kepada Idham untuk memberikan kesaksiannya.

"Begini Pak Bambang saya kira saya sudah cukup, saya akan dialog dengan dia. Tapi saya mohon juga Pak Bambang diam. Kalau tidak setop, Pak Bambang saya suruh ke luar," ucap Arief.

BW tetap merespons pernyataan Arief dan menolak ke luar ruangan sidang jika saksi yang dihadirkan terus ditekan. "Saya mohon maaf pak, kalau dalam tekanan terus saya akan menolak. Saksi menurut saya ditekan oleh bapak," katanya.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut