Bamsoet Berharap Arab Saudi Beri Kelonggaran bagi Jamaah Umrah Indonesia

Felldy Utama ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 13:44 WIB
Bamsoet Berharap Arab Saudi Beri Kelonggaran bagi Jamaah Umrah Indonesia

Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menerima kunjungan Sekjen Liga Muslim Dunia Sheikh Mohammed bin Abdulkarim Al Issa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pembahasan tentang penghentian sementara kunjungan umrah mewarnai pertemuan antara Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia, Sheikh Mohammed bin Abdulkarim Al Issa di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Bamsoet berharap Indonesia mendapat kelonggaran terkait kebijakan itu.

Dia mengatakan warga Indonesia seharusnya tetap diperbolehkan melakukan umrah melihat status Indonesia yang masih bebas dari virus korona hingga kini. Apalagi menurutnya jumlah jamaah umrah asal Indonesia termasuk signifikan dibanding warga negara lain.

"Berbeda dengan negara lain seperti Malaysia, Thailand, Singapura, India, Pakistan, dan lainnya yang ditemukan virus korona, Indonesia sejauh ini masih bersih. Pelarangan tersebut membuat sedih jamaah Indonesia yang setiap tahunnya berjumlah tak kurang dari satu juta melakukan ibadah umrah," ujar Bamsoet.

Dalam pertemuan itu Bamsoet juga menyoroti diskriminasi yang memancing kerusuhan sosial akibat pemberlakukan Undang-Undang Kewarganegaraan (Citizenship Amandement Act) di India, di mana UU itu disahkan pada Desember 2019. Kerusuhan tersebut diketahui membuat 24 warga meninggal dan 200 orang luka-luka.

Menurutnya kerusuhan terjadi karena pemerintah India akan memberikan kewarganegaraan kepada imigran dari tiga negara tetangga yakni Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan melalui UU tersebut. Namun kebijakan tersebut tak berlaku bagi imigran yang beragama islam.

"Pembuatan undang-undang merupakan hak kedaulatan suatu negara. Namun Indonesia mengingatkan diskriminasi bisa memancing konflik yang bisa melebar ke negara lain. Sebagai sahabat yag baik, Indonesia mengingatkan dan saling menguatkan serta berbagi pandangan tentang masalah tersebut," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengajak Liga Muslim Dunia sebagai salah satu organisasi islam non-pemerintahan terbesar dunia untuk mempromosikan Islam yang moderat bersama Indonesia. Dengan jumlah pemeluk agama Islam mencapai 209,12 juta jiwa atau sekitar 87,17 persen dari total penduduk, menurutnya Islam di Indonesia selalu menampilkan wajah yang moderat, seimbang, dan toleran.

Bamsoet juga menyambut gembira dukungan Liga Muslim Dunia terhadap rencana pembentukan Majelis Syuro Sedunia yang digagas MPR RI. Dia menjelaskan organisasi itu sebagai wadah berhimpun dan bertukar pikiran berbagai lembaga negara yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pembuat serta pemutus konstitusi di masing-masing negaranya. Kehadiran Majelis Syuro Sedunia punya tujuan mulia agar para pembuat konstitusi di berbagai negara tak terjebak dalam pembuatan aturan yang diskriminatif dan intoleransi yang bisa memancing kerusuhan sosial serta ketidakharmonisan.

"Tak hanya Liga Muslim Dunia, berbagai pihak juga sudah menyatakan dukungannya. Antara lain Raja Arab Saudi King Salman bin Abdulaziz al-Saud, Ketua Parlemen Arab Saudi Mr. Abdullah Bin Muhammad Al Ash-Sheikh, dan Ketua Parlemen Maroko Mr. Hakim Benchamach. Selain untuk meningkatkan kerja sama di bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya, kehadiran Majelis Syuro Parlemen Dunia yang digagas MPR RI turut mewujudkan dunia yang lebih toleran, adil, dan beradab," ucap Bamsoet.

Turut hadir dalam pertemuan itu jajaran Liga Muslim Dunia antara lain Deputy Secretary General for International Relations Mr. Mohammed Saeed Almajdoui, General Advisor to the Secretary General Mr. Osamah Jibran Alqahtani, Director World Moslem League Office in Jakarta Fahad Mohammed Alharbi. Hadir pula Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia H.E. Mr. Essam bin Abed Al-Thaqafi. Sedangkan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo didampingi para Wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Muzani, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, dan Hidayat Nur Wahid.

Editor : Rizal Bomantama