Bamsoet Desak Pemerintah Percepat Realisasi Vaksin Covid-19 Produk Lokal

Felldy Utama ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 07:42 WIB
Bamsoet Desak Pemerintah Percepat Realisasi Vaksin Covid-19 Produk Lokal

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: ist)

BALI, iNews.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan Indonesia harus berupaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan vaksin virus corona. Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 diyakini akan eksis untuk jangka waktu yang lama. 

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengatakan, durasi flu spanyol bisa dijadikan patokan. Flu Spayol mulai mewabah pada Maret 1918 dan berlangsung hingga Juni 1920.

"Pada rentang waktu Pandemi Covid-19 yang masih sulit dihitung itu, Indonesia harus berupaya menghindar dari ketergantungan akan kebutuhan vaksin Corona," ujarnya di Bali, Minggu (2/8/20).   

Mantan Ketua DPR ini mendorong pemerintah fokus dalam mempercepat realisasi vaksin Covid-19 produk lokal. Pemerintah diminta segera mengambil prakarsa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para akademisi dan peneliti. 

"Sejauh yang saya amati sampai saat ini, sudah ada upaya dari sejumlah pihak di dalam negeri untuk menciptakan vaksin Corona. Namun, upaya itu tidak mudah karena ada sejumlah tantangan. Saya mendorong pemerintah untuk segera hadir di dalam upaya itu, sekaligus membantu mengurai tantangan-tantangan itu," tutur Bamsoet.   

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, tantangan tersebut di antaranya kebutuhan biaya yang besar untuk riset dan pengembangan vaksin, upaya percepatan menghasilkan vaksin hingga tahap ketersediaan di publik. Tantangan lainnya menyangkut besarnya skala produksi vaksin. 

"Demi kepentingan 270 juta penduduk Indonesia, kehadiran dan keterlibatan pemerintah dalam upaya yang sarat tantangan itu sangat relevan dan urgen. Dari komunikasi dan koordinasi dengan para akademisi serta peneliti, minimal akan ditemukan jalan keluar mengatasi tantangan-tantangan tersebut," kata Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mendukung upaya inaktivasi virus yang sedang dilakukan sejumlah perusahaan Indonesia. Seperti, PT Bio Farma yang bekerja sama dengan Sinovac dari Tiongkok, PT Kalbe Farma dengan Genexine dari Korea Selatan serta perusahaan swasta dengan Sinopharm dari Tiongkok.

"Indonesia tidak bisa hanya menunggu hasil riset dan pengembangan serta produksi vaksin Corona dari negara lain. Indonesia harus mandiri. Apalagi, Indonesia juga memiliki PT Bio Farma yang sudah berpengalaman membuat vaksin," ujar Bamsoet.

Editor : Djibril Muhammad