Bamsoet Dukung Masyarakat Sipil Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara

Felldy Utama ยท Rabu, 29 Januari 2020 - 18:55 WIB
Bamsoet Dukung Masyarakat Sipil Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menerima Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM FKPPI) di Ruang Kerja Ketua MPR , Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Foto: MPR).

JAKARTA, iNews.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo menekankan kehadiran Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDNPN) mesti disambut sukacita oleh berbagai kelompok masyarakat. Melalui UU ini, negara membuka peluang bagi warga sipil untuk menjadi Komponen Cadangan, yang ikut berkontribusi dalam pertahanan semesta.

Bamsoet menuturkan, adagium klasik civis pacem parra bellum (jika ingin damai maka harus siap untuk berperang), tidak berarti setiap negara menginginkan peperangan. Adagium itu merupakan doktrin agar setiap negara mempersiapkan kekuatan tempur militernya, ditunjang dengan komponen cadangan dari masyarakat sipil.

"Sehingga bukan hanya bisa terwujud pertahanan yang kuat, melainkan juga memiliki efek gentar," ujar Bamsoet saat menerima Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM FKPPI) di Ruang Kerja Ketua MPR, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Untuk memperkuat GM FKPPI sebagai Komponen Cadangan Pertahanan, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mendorong GM FKPPI segera mengadakan kegiatan Jambore Bela Negara secara nasional, yang diikuti kader GM FKPPI dari berbagai wilayah di Indonesia. Tak hanya dijadikan ajang meningkatkan nasionalisme, Jambore Bela Negara juga harus dijadikan sebagai wahana membahas berbagai isu strategis pertahanan lainnya.

"Isu pertahanan tak hanya menyangkut alat utama sistem senjata (alutsista). Ini karena perang di era modern ini tak hanya sebatas perang fisik melalui pengerahan kekuatan militer, melainkan juga perang asimetris di ranah cyber, bioteknologi, hingga ke perang pemikiran (ideologi)," ucap Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengingatkan, faktor geografis Indonesia yang memiliki garis pantai sekitar 81.000 kilometer dan tersebarnya pulau-pulau ke dalam tiga zona waktu, selain menjadi kekuatan juga bisa menjadi titik lemah pertahanan jika tak dikelola dengan baik. Peran masyarakat di perbatasan dan di pulau terdepan serta terpencil sangat dibutuhkan, guna memperkuat peran militer yang bertugas di sana.

Dia pun berpesan agar GM FKPPI meresapi dan mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan para orang tuanya yang mengabdikan diri di TNI maupun Polri.

"Menjaga kedaulatan bangsa merupakan tindakan mulia, jangan sampai semangat ini hilang hanya karena hedonisme anak muda," kata Bamsoet.


Editor : Zen Teguh