Bamsoet: Pancasila Harus Menjadi Dasar Nilai Pembentukan Keluarga dan Masyarakat

Felldy Utama ยท Minggu, 17 November 2019 - 08:46 WIB
Bamsoet: Pancasila Harus Menjadi Dasar Nilai Pembentukan Keluarga dan Masyarakat

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

SOLO, iNews.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai komunitas keluarga dan masyarakat merupakan elemen penting guna menguatkan nilai-nilai Pancasila. Keluarga dan komunitas masyarakat yang sehat perlu dijadikan dasar bagi pembentukan mentalitas yang sejalan dengan Pancasila. 

Lingkungan keluarga dan komunitas masyarakat yang sehat, menurut dia, juga dapat memperluas pemahaman dan kepedulian anak sambil belajar tentang nilai dan norma sosial lebih jauh. Hal itu disampaika Bamsoet saat menghadiri Mubes Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/19).

"Dalam hubungan ini, Pancasila harus menjadi dasar nilai bagi pembentukan keluarga dan komunitas masyarkat, sehingga Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara akan menjadi tangguh dan kuat," ujar Bamsoet.

Hadir dalam acara Musyawarah Besar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang akan berlangsung hingga 18 November itu antara lain Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Widjiatno Notomihardjo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Menteri Pertanian Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan dan Wali Kota Makassar.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menghadiri Mubes Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2019). (Foto: ist)

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengajak semua pihak kembali menumbuhkembangkan budaya malu, yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Selain itu, juga perlu ditumbuhkembangkan kembali budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku para pemimpin baik formal maupun informal pada setiap lapisan masyarakat.

"Kita juga perlu menumbuhkan dan mengembangkan kembali kehidupan berbangsa yang berbudaya tinggi dengan menggugah, menghargai dan mengembangkan budaya nasional yang bersumber dari budaya daerah. Untuk itu, diperlukan penghayatan dan pengamalan agama yang benar, kemampuan adaptasi, ketahanan dan kreativitas budaya dari masyarakat," tutur Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga menyadari, dalam interaksi sosial keseharian masyarakat, pasti tak terlepas dari potensi konflik. Namun demikian, masalah potensial yang dapat menimbulkan permusuhan dan pertentangan tersebut, sejatinya bisa diselesaikan secara musyawarah dengan penuh kearifan dan kebijaksanaan sesuai dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya.

"Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk atas dasar suku, budaya, ras, dan agama. Anugerah tersebut patut kita syukuri dengan cara menghargai kemajemukan sebagai kekayaan sekaligus kekuatan bangsa Indonesia," kata Bamsoet.

Editor : Djibril Muhammad