Bamsoet: Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi Tantangan Terbesar Pendidikan

Felldy Utama ยท Sabtu, 31 Agustus 2019 - 15:59:00 WIB
Bamsoet: Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi Tantangan Terbesar Pendidikan
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional dengan tema 'Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Jakarta, Sabtu (31/08/19). (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Kualitas pendidikan tinggi Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan negara lain di dunia, bahkan Asia. Merujuk QS World University Rangking pada 19 Juni 2019, Indonesia baru menempatkan sembilan perguruan tingginya.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mangatakan, dari segi anggaran, DPR RI telah mengalokasikan 20 persen dana APBN untuk sektor pendidikan, sesuai amanah UUD 1945. Bahkan, di APBN 2020 jumlahnya mencapai Rp505,8 triliun atau meningkat 2,7 persen dibanding APBN 2019 lalu sebesar Rp492,5 triliun.

"Managemen pengelolaan dana pendidikan tersebut yang perlu diperbaiki pemerintah agar bisa mendongkrak kualitas pendidikan, termasuk pendidikan tinggi," ujarnya saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional dengan tema 'Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Jakarta, Sabtu (31/08/19).

Di antara 1.000 universitas terbaik dunia versi QS World University Ranking, Universitas Indonesia (UI) berada di peringkat ke-296. Lalu, Universitas Gadjah Mada (UGM) berada di peringkat ke-320 dan Institut Teknologi Bandung (ITB) peringkat ke-331.

Bamsoet memaparkan, mulai APBN 2019, DPR RI dan pemerintah sudah menganggarkan dana abadi riset, dimulai dengan Rp990 miliar dan akan ditingkatkan secara bertahap. Secara berkala, DPR RI dan pemerintah juga telah menaikan anggaran dana abadi pendidikan dari Rp35 triliun menjadi Rp55 triliun, dengan target mencapai Rp100 triliun.

Di APBN 2020, dia menambahkan, DPR RI dan pemerintah juga sepakat mengalokasian dana abadi kebudayaan untuk memperkuat sektor pendidikan. Jumlahnya mencapai Rp5 triliun dan akan bisa digunakan mulai 2021.

"Melalui pemanfaatan anggaran secara tepat guna dan tepat sasaran, diharapkan akan simultan dengan peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia," ujar legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional dengan tema 'Peranan DPR RI dalam Pengawasan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Jakarta, Sabtu (31/08/19). (Foto: ist)

Bamsoet berharap pemerintah dapat mengelola dengan baik berbagai dana tersebut. Selain itu, DPR RI melalui Komisi X dalam melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan tinggi telah membuat berbagai Panita Kerja (Panja). Antara lain, Panja Kelembagaan dan Akreditasi Perguruan Tinggi, Panja Standar Nasional Pendidikan Perguruan Tinggi dan Panja Evaluasi Pendidikan Tinggi.

Melalui Panja-Panja tersebut DPR RI melakukan kunjungan kerja, rapat, serta berbagai kegiatan diskusi baik dengan kementerian/lembaga, perguruan tinggi, maupun asosiasi terkait untuk memahami permasalahan, menyerap aspirasi, serta bersama-sama mencari solusi terkait permasalahan yang terjadi menyangkut penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Editor : Djibril Muhammad

Halaman : 1 2