Bamsoet: Sosialisasi 4 Pilar Harus dengan Metode Tepat

iNews.id ยท Selasa, 12 November 2019 - 10:20 WIB
Bamsoet: Sosialisasi 4 Pilar Harus dengan Metode Tepat

Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak seluruh anggota Fraksi Partai Golkar di MPR menyamakan persepsi arah dan kebijakan perjuangan MPR sebagai rumah kebangsaan. Ajakan itu khususnya dalam menyikapi pelaksanaan wewenang dan tugas MPR ke depan terkait rekomendasi MPR 2014-2019 mengenai Pokok-Pokok Haluan Negara dan penataan sistem ketatanegaraan.

“Pada tahap awal, saya menyarankan Badan Pengkajian dan Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR menyusun dulu substansi Pokok-Pokok Haluan Negara, tanpa harus dibebani perdebatan bentuk hukumnya,” ujar Bamsoet saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan Fraksi MPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (11/11/19).

Menurut dia, substansi tersebut perlu diarahkan hanya memuat kebijakan strategis yang akan menjadi arahan bagi penyusunan haluan pembangunan oleh pemerintah dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Dengan begitu, hadirnya Pokok-Pokok Haluan Negara tidak akan mengikis Sistem Presidensial ataupun mengurangi ruang kreatifitas presiden untuk menerjemahkannya ke dalam program-program pembangunan.

Terkait kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR, Bamsoet mendorong para anggota MPR, khususnya dari Fraksi Partai Golkar, jangan hanya mendatangi ibu kota provinsi, atau kabupaten kota yang dekat. Anggota Badan Sosialisasi dari Fraksi Partai Golkar, kata dia, perlu memberikan contoh baik bagi anggota MPR lainnya dengan menyasar seluruh kelompok masyarakat ke seluruh kabupaten kota, menyeberangi lautan, menyusuri sungai, masuk hutan, menempuh perjalanan darat berjam-jam.

Dia juga menekankan pentingnya Badan Sosialisasi menggali metode yang tepat. Ini mengingat Empat Pilar MPR, khususnya Pancasila sebagai sistem nilai, bukan sekadar bahan untuk dihafal, melainkan juga perlu diterima dan dihayati, dipraktikan sebagai kebiasaan, bahkan dijadikan sifat yang menetap pada diri orang Indonesia. Dengan kata lain, Pancasila perlu menjadi bagian dari kepribadian orang Indonesia.

"Cara-cara konvensional dengan menyampaikan semacam ceramah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu daerah ke daerah lain perlu dikaji efektivitasnya,” ucap Bamsoet.

Dia menuturkan, kelemahan masyarakat dalam merawat dan mentransformasikan ideologi kebangsaan adalah karena kurang mampu mengontekstualisasikan rumusan-rumusan ideal abstrak menjadi praktik-praktik kolektif kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan. “Ini yang harus mampu dilakukan oleh Badan Sosialisasi MPR RI,” katanya.

Mantan ketua DPR itu menjelaskan, pelaksanaan sosialisasi 4 Pilar MPR harus memiliki resonansi ke seluruh penjuru Tanah Air. Ini artinya penggunaan media massa, khususnya televisi yang memiliki jangkauan luas, perlu menjadi perhatian.

Model sosialisasi seperti kelompencapir (kelompok pendengar, pembaca, dan pirsawan) di masa lalu sangat efektif menjangkau masyarakat bawah. Program MPR Goes to Campus yang disertai dengan komedi tunggal alias stand up comedy, maupun program-program dialog di televisi dengan kemasan menarik, juga menjadi langkah alternatif yang bisa dilakukan.

“Pelaksanaan sosialisasi juga perlu menyasar seluruh kelompok umur, dari mulai taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Untuk itu, Badan Sosialisasi perlu menggali metode yang tepat dan efektif bagi kelompok-kelompok usia tersebut,” tuturnya.

“Materi Sosialisasi perlu dibuat beragam. Selama ini kita hanya memiliki satu jenis materi untuk semua kelompok sasaran. Ke depan, Badan Sosialisasi perlu menyusun materi yang berbeda, yang disesuaikan dengan kelompok sasaran. Membuat komik, film animasi, film berdurasi pendek tiga atau lima menit, lagu Empat Pilar, dan lain-lain sebagai materi sosialisasi perlu dipertimbangkan,” kata dia.


Editor : Ahmad Islamy Jamil