Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Malaysia Ditangkap di Lobi Rumah Sakit

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 26 Februari 2019 - 04:04 WIB
Bandar Narkoba Jaringan Jakarta-Malaysia Ditangkap di Lobi Rumah Sakit

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) bersama jajaran Ditreskoba Polda Metro Jaya menggelar barang bukti narkoba dari tersangka SS dan ST, Senin (25/2/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id – Petugas Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap bandar narkoba di lobi Rumah Sakit Husada, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Selasa (12/2/2019) sekira pukul 17.45 WIB. SS, pengedar jaringan Jakarta-Malaysia-Pontianak diringkus ketika hendak bertransaksi narkoba dengan ST.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, polisi telah mengintai para tersangka setelah mendapatkan laporan dari warga tentang peredaran barang haram tersebut.

Tersangka SS ditangkap di lobi rumah sakit. Polisi menyita sejumlah barang bukti narkoba yang dibawanya. Setelah itu polisi meringkus ST yang telah menunggu SS.

"Dari tersangka SS dan ST diamankan barang bukti 9.000 butir narkoba jenis baru yakni metoksitamen (mxe) berbentuk diamond, sabu 1,2 kilogram, 54 butir ekstasi dan 135 butir pil happy five (H-5)," kata Calvijn di Polda Metro Jaya, Senin (25/2/2019).

Calvijn menuturkan, barang bukti awalnya disita dari area parkir bagian belakang yang menjadi tempat tersangka menyembunyikan barang haram itu. Polisi menemukan 10 gram sabu, 54 butir ekstasi, 64 butir H-5, satu unit timbangan digital, 49 klip kosong, 4 buah cangklong kaca, dan 2 unit ponsel.

Berdasarkan pengembangan penyidikan, polisi lantas bergerak ke apartemen yang dihuni SS di Mediterania Boulevard Residence Lantai 8 Kemayoran Jakarta Pusat.

Di tempat ini polisi menemukan 9.000 butir narkoba jenis baru yaitu diamond mxe dan 11 plastik berisi sabu total seberat 874 gram serta 70 butir H-5.

Polisi juga menggeledah apartemen tersangka TS di Green Central City, Jalan Gajah Mada, Taman Sari, Jakarta Barat. Di tempat itu, polisi menemukan 50 gram sabu, 73 butir ekstasi, 60 butir H-5, 3 buah cangklong, 1 set bong, dan 1 unit timbangan.

"Kepada penyidik mereka mengaku baru setahun mengedarkan narkoba. Mereka pun mengaku jika ribuan butir barang haram itu didapat dari tersangka di Pontianak yang berinisial R," ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengaku penyidik langsung memburu dua DPO, yakni R di Pontianak, Kalimantan Barat dan N di Malaysia. Mereka ditengarai bagian dari sindikat internasional.

"Ada sejumlah transfer rekening bank di Malaysia. Kami belum bisa memastikan tersangka di Malaysia ini WNI atau bukan," ujar Argo.

Dia menerangkan, terhadap tersangka SS dan ST, mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun.

Editor : Zen Teguh