Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru dalam Jangka Panjang
Advertisement . Scroll to see content

Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Menko AHY: Keselamatan Penerbangan Tak Bisa Ditawar

Senin, 07 September 2026 - 08:41:00 WIB
Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Menko AHY: Keselamatan Penerbangan Tak Bisa Ditawar
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (dok. Kemenko IPK)
Advertisement . Scroll to see content

AHY menjelaskan, keputusan penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan berdasarkan informasi penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia. Informasi tersebut kemudian disandingkan dengan hasil paper test yang dilakukan BMKG untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik.

Pemerintah pun menutup sementara sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kementerian Perhubungan mencatat ada delapan bandara yang terdampak, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, dan Bandara Atung Bungsu.

“Berdasarkan NOTAM, Notice to Airmen atau Notice to Air Mission, yang dikirim atau diproduksi oleh AirNav Indonesia. Kemudian disandingkan dengan paper test yang dilakukan oleh BMKG, memang menunjukkan abu vulkanik itu sudah menyebar dari wilayah atau kawasan Anak Gunung Krakatau ke arah timur laut, tentunya sampai dengan wilayah Jabodetabek. Itu mengapa per hari ini ada sejumlah bandara utama yang harus ditutup,” kata AHY.

AHY menambahkan, kondisi sebaran abu vulkanik terus dipantau dan diuji secara berkala. Evaluasi dilakukan setiap empat jam untuk menentukan apakah operasional penerbangan sudah memungkinkan untuk kembali dibuka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut