Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, Menko AHY: Keselamatan Penerbangan Tak Bisa Ditawar
AHY menjelaskan, keputusan penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan berdasarkan informasi penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia. Informasi tersebut kemudian disandingkan dengan hasil paper test yang dilakukan BMKG untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik.
Pemerintah pun menutup sementara sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kementerian Perhubungan mencatat ada delapan bandara yang terdampak, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, dan Bandara Atung Bungsu.
“Berdasarkan NOTAM, Notice to Airmen atau Notice to Air Mission, yang dikirim atau diproduksi oleh AirNav Indonesia. Kemudian disandingkan dengan paper test yang dilakukan oleh BMKG, memang menunjukkan abu vulkanik itu sudah menyebar dari wilayah atau kawasan Anak Gunung Krakatau ke arah timur laut, tentunya sampai dengan wilayah Jabodetabek. Itu mengapa per hari ini ada sejumlah bandara utama yang harus ditutup,” kata AHY.
AHY menambahkan, kondisi sebaran abu vulkanik terus dipantau dan diuji secara berkala. Evaluasi dilakukan setiap empat jam untuk menentukan apakah operasional penerbangan sudah memungkinkan untuk kembali dibuka.