Bandara Soekarno-Hatta Tutup Total Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Potensi Kerugian Rp40 Miliar
JAKARTA, iNews.id - Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) untuk pertama kalinya disebut mengalami penutupan total dalam 35 tahun terakhir akibat sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau. Penutupan dilakukan demi keselamatan penerbangan setelah hasil pengujian menunjukkan adanya abu vulkanik yang berpotensi membahayakan pesawat.
Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Agus Haryadi mengatakan, sepanjang pengalamannya bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sejak 1992, belum pernah terjadi penutupan seluruh operasional bandara.
"Sepanjang yang saya tahu, saya bekerja di Soekarno-Hatta dari tahun 92, artinya sudah 35 tahun, belum pernah mengalami penutupan bandara secara total," ujar Agus dalam acara bersama Kementerian Perhubungan di Bandung dikutip, Minggu (4/10/2026).
Agus menambahkan, ketika pandemi Covid-19 berlangsung selama sekitar tiga tahun, Bandara Soekarno-Hatta tidak sampai ditutup total. Saat itu hanya diberlakukan pembatasan mobilitas untuk mengurangi penyebaran virus, sementara bandara tetap berstatus beroperasi.
"Covid pun tidak tutup. Status bandara itu open. Kalau ini benar-benar close," tuturnya.