Banjir Bandang di Bumi Flobamora, Selengkapnya di iNews Room Selasa Pukul 18.00 WIB
JAKARTA, iNews.id - Banjir bandang menerjang di hampir seluruh daerah Nusa Tenggara Timur. Melansir data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal akibat bencana banjir bandang di sejumlah daerah mencapai 86 orang, 146 orang luka-luka dan 98 jiwa dinyatakan hilang.
Kemudian, sebanyak 2.019 kepala keluarga atau 8.424 warga mengungsi, serta 1.083 KK atau 2.683 warga lainnya terdampak.
BNPB juga mencatat banjir yang diakibatkan siklon tropis Seroja ini sudah menggenangi 11 kabupaten dan 1 kota di bumi flobamora yang merupakan provinsi kepulauan.
"Pemerintah daerah terus memutakhirkan data dari kaji cepat di lapangan. Warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam keterangan resminya, Selasa (6/4/2021).
Manten Demi Jadi 'Pengantin', Selengkapnya di iNews Room Senin Pukul 18.00 WIB
Mitigasi bencana merupakan hal yang terpenting untuk meminimalisasi jumlah korban dan dampak yang ditimbulkan akibat bencana. Pada hampir setiap bencana yang menimpa, pemerintah--baik pemerintah pusat maupun daerah--terlihat gagap dalam penanganannya. Alhasil, banyaknya jumlah korban jiwa akibat bencana menjadi tak terelakkan.
Bagaimana seharusnya pemerintah--terutama pemerintah daerah--menanganinya dengan baik?
iNews Room episode Selasa (6/4/2021) akan membahasnya bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Jonatan Lassa, Ahli Mitigasi Bencana dari Darwin University yang juga merupakan putra daerah Bumi Flobamora.