Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jusuf Kalla: Kalau Banjir Jangan Marahi Gubernur Jakarta, Marahi Diri Sendiri
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Rob di Bekasi, 367 Rumah Terendam

Minggu, 05 Desember 2021 - 01:29:00 WIB
Banjir Rob di Bekasi, 367 Rumah Terendam
Ilustrasi Banjir Rob. (Foto: iNews/Andres Afandi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Banjir rob menggenangi 367 rumah warga Kabupaten Bekasi pada Jumat pagi (3/12/2021). Dua desa di dua kecamatan terendam yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB. 

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan banjir rob ini belum menimbulkan pengungsian warga, melainkan mereka tetap bertahan di rumah. BPBD setempat menyebutkan dua desa terdampak di Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat berada di Desa Samudra Jaya di Kecamatan Tarumajaya dan Desa Hurip Jaya di Kecamatan Babelan.

"Banjir rob di kedua desa ini diakibatkan hujan dan naiknya air laut serta gelombang pasar di pesisir pantau utara Pulau Jawa. Rob tidak dapat dihindari sehingga lebih dari tiga ratus rumah terendam," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/12/2021).

Dia menerangkan, tinggi muka air saat rob ini berlangsung sekitar 30 hingga 50 cm. Selain berdampak pada rumah warga, genangan juga berdampak pada fasilitas umum maupun 100 hektar tambak dan menghanyutkan semua bibit udang dan ikan milik para petani tambak. 

"BPBD setempat dibantu dengan organisasi masyarakat dan warga melakukan patroli dan bersiaga apabila genangan rob semakin tinggi dan warga membutuhkan evakuasi," tuturnya.

Dia menambahkan, menyikapi kondisi ini, BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk mewaspadai potensi hujan dan kondisi pasang air laut yang dapat memperburuk kondisi saat ini. Warga diharapkan untuk dapat sigap dalam melihat kondisi apabila harus segera melakukan evakuasi.

"Protokol kesehatan juga harus diperhatikan apabila proses evakuasi terjadi maupun harus mengungsi untuk sementara waktu," katanya.

Di samping itu, tambahnya, analisis BMKG yang menyebutkan 'Awas' dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga 9 Desember 2021 di beberapa Indonesia, termasuk wilayah Jawa Barat. Potensi tersebut dipengaruhi fenomena kondisi dinamika atmosfer sehingga berpotensi adanya pertumbuhan awan hujan.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut