Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Ungkap PP Kuasai Lahan Parkir RSU Tangsel sejak 2017, Raup Total Rp7 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Bantah Kerangkeng Manusia, Bupati Langkat Sebut Itu Tempat Bina Anggota Pemuda Pancasila

Senin, 07 Februari 2022 - 21:00:00 WIB
Bantah Kerangkeng Manusia, Bupati Langkat Sebut Itu Tempat Bina Anggota Pemuda Pancasila
Tangkapan layar kerangkeng di rumah pribadi Bupati Langkat (Foto: Dok Diskominfo Langkat)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin menolak sebutan kerangkeng manusia di rumah pribadinya. Terbit menekankan, ruangan yang mirip penjara tersebut adalah tempat pembinaan untuk organisasi Pemuda Pancasila (PP).

"Itu bukan kerangkeng manusia. Itu tempat pembinaan," kata Terbit Rencana, usai diperiksa Komnas HAM di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).

Terbit berkali-kali menolak sebutan kerangkeng manusia saat dicecar pertanyaan oleh awak media. Ia mengklaim bahwa tempat pembinaan tersebut sudah ada sejak lama dan bukan rahasia umum.

Bahkan, kata dia, sudah banyak aparat penegak hukum yang mengetahui tempat pembinaan di rumahnya tersebut. Ruangan laiknya penjara tersebut menurutnya difungsikan untuk membina para Pemuda Pancasila yang kecanduan narkoba.

"Kalau izin, itu bukan rehaban, itu pembinaan. Awalnya itu pembinaan untuk organisasi. Organisasi saya sendiri, sebagai tokoh Pemuda Pancasila, supaya bisa menghilangkan pecandu narkoba," ungkapnya.

Sebelumnya, Migrant Care mengungkap temuan kerangkeng manusia di rumah Terbit Rencana. Kerangkeng tersebut diduga digunakan oleh Terbit untuk memenjarakan para pekerja sawit di lahan miliknya.

Terbit Rencana sendiri merupakan salah satu pihak yang diamankan oleh KPK saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di daerah Langkat. Dia juga saat ini sudah menyandang status tersangka terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di daerahnya.

Migran Care telah melaporkan dugaan perbudakan modern Terbit Rencana tersebut ke Komnas HAM. Komnas HAM telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi di rumah Bupati Langkat, terlebih setelah menerima aduan bahwa ada juga penyiksaan terhadap para pekerja sawit tersebut.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut