Banyak Koperasi Gagal, Hatta Taliwang Ingatkan Tantangan yang bakal Dihadapi Kopdes
"Begitu juga manajemennya. Kalau di kita ini kan ada pengurusnya tidak tahu akuntansi, tidak paham bisnis, tidak profesional," ujarnya.
Menurutnya, aspek profesionalisme menjadi penting apabila Kopdes Merah Putih ingin menjadi kekuatan ekonomi di tingkat desa. Pengelolaan koperasi, kata Hatta, harus didukung sumber daya manusia yang memahami bisnis serta mampu mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel.
Hatta juga menilai koperasi perlu terhubung dengan rantai industri. Menurut dia, koperasi akan sulit berkembang apabila hanya menjalankan aktivitas perdagangan tanpa memiliki hubungan yang jelas dengan pemasok, industri, maupun pasar.
Hal tersebut menjadi tantangan bagi Kopdes Merah Putih agar keberadaannya tidak hanya menjadi unit distribusi barang di tingkat desa. Kopdes dinilai perlu memiliki model bisnis yang jelas dan terhubung dengan potensi ekonomi desa, sehingga aktivitas koperasi dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Hatta juga mengkritik pola pembentukan koperasi yang dilakukan secara top-down atau pengambilan keputusan dari tingkat tertinggi. Menurutnya, koperasi yang sehat semestinya dibangun berdasarkan kesepakatan dan musyawarah para anggota.