Bareskrim Polri Selidiki Kasus Tumpahan Minyak Pertamina di Perairan Karawang

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 09 Agustus 2019 - 16:39 WIB
Bareskrim Polri Selidiki Kasus Tumpahan Minyak Pertamina di Perairan Karawang

Foto dari udara tumpukan karung berisi ceceran minyak mentah di Pantai Mekarjaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (8/8/2019). Bareskrim Polri akan menyelidiki peristiwa ini, apakah ada unsur kelalain sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran. (Foto: Ant

JAKARTA, iNews.id – Mabes Polri turut menyelidiki kasus tumpahnya minyak di Perairan Karawang, Jawa Barat. Kejadian ini telah mengakibatkan pencemaran di laut dan pesisir yang berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, polisi akan mendalami penyebab kebocoran minyak tersebut. Dari pendalaman ini akan diketahui apakah peristiwa itu karena faktor teknis, alam, atau ada unsur kelalaian.

"Secara pararel kami melakukan penyelidikan mengapa peristiwa itu terjadi. Sejumlah anggota yang mengetahui persoalan tersebut juga sudah kami interviu," kata Asep di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Asep menegaskan, jika dalam penyelidikan diketahui terjadi kelalaian, polisi tentu akan menindaklanjuti pada proses hukum yang berlaku.

Perairan dan pesisir Karawang tercemar tumpahan minyak Pertamina sejak 12 Juli 2019. Tumpahan minyak itu bahkan telah merembet ke Perairan Muara Gembong, Bekasi, dan Teluk Jakarta. Pulau-pulau di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta turut terdampak.

Tumpahan minyak dipicu kebocoran dan gelembung gas di sekitar anjungan lepas pantai YYA, Blok Minyak dan Gas Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) PT Pertamina yang terletak sekitar dua kilometer dari Pantai Utara Jawa, Karawang.

Petugas membersihkan sisa tumpahan minyak di Perairan Karawang, Kamis (8/8/2019).

Beberapa pantai di Karawang yang terdampak di antaranya Tanjungpakis, Sedari, Pisangan, Samudera Baru, dan Pantai Pelangi. Upaya penanganan terus dilakukan Pertamina hingga saat ini. Namun upaya itu belum sepenuhnya berhasil membersihkan laut dari tumpahan minyak.

Asep menegaskan, selain menggelar penyelidikan, Polri juga akan membantu penanganan atas pencemaran itu.

"Bagiamana melakukan upaya-upaya agar tidak menimbulkan banyak kerugian pada faktor lingkungan hidup dan manusia," ujarnya.

Sementara itu Pertamina mempercepat pengeboran sumur baru relief well (RW) YYA-1RW untuk menghentikan gelembung gas yang mengakibatkan tumpahnya minyak. Pengeboran ini berfungsi menutup sumur YYA-1.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya mengatakan, PHE ONWJ telah melakukan pengeboran sumur baru YYA-1RW yang mencapai kedalaman sekitar 624 meter dari target 2.765 meter.

"Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur, agar tidak lagi menumpahkan minyak,” kata dia, melalui keterangan tertulis, Kamis (8/8/2019).

Editor : Zen Teguh